Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Kepercayaan dan kebersamaan menjadi fondasi lahirnya kepemimpinan baru di tubuh organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Tanah Jawa. Bung Safrizal Butar Butar resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Tanah Jawa melalui Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung di Harungguan Balai Karyawan Afdeling I Balimbingan, Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Minggu (08/11/2026).
Terpilihnya Safrizal bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merawat persaudaraan, serta membangun citra Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang tidak hanya besar dalam jumlah kader, tetapi juga nyata dalam pengabdian.
Kegiatan tersebut dihadiri 15 Pimpinan Ranting (PR) Pemuda Pancasila dengan estimasi sekitar 280 peserta yang terdiri dari kader dan anggota. Kehadiran para kader dari berbagai basis menunjukkan besarnya perhatian terhadap keberlanjutan organisasi di Kecamatan Tanah Jawa.

Usai proses pemilihan, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan yang dilakukan oleh Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun, Bung Elkananda Shah, yang diwakili Ketua OKK, Haris Sinaga.
Dalam pesan organisasi yang disampaikan, Ketua DPC berharap kepemimpinan PAC Tanah Jawa di bawah Safrizal dapat menjadikan Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang solid, profesional, mandiri, dan bermartabat.
Pemuda Pancasila juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan, serta memelihara keamanan dan ketertiban sosial.
Visi Religius: Kekuatan Organisasi Harus Sejalan dengan Nilai Moral
Menariknya, Safrizal Butar Butar yang juga menjabat sebagai Pangulu Nagori Tanjung Pasir menyampaikan komitmen kepemimpinan yang menitikberatkan pada persatuan, kekeluargaan, serta nilai-nilai moral dan religius dalam kehidupan berorganisasi.
“Saya siap menjadikan Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang solid, profesional, mandiri, dan bermartabat, serta menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ideologi Pancasila serta keamanan dan ketertiban sosial,” ungkap Safrizal.
Bagi sang pelopor”Tanjung Pasir Punya Cerita” ini , kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya anggota, besarnya atribut, ataupun lantangnya suara di tengah masyarakat. Lebih dari itu, kehormatan organisasi harus tercermin melalui perilaku kader, keteladanan, kepedulian sosial, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Semangat religius yang ingin dibangun menjadi pengingat bahwa kekuatan tanpa moral dapat kehilangan arah, sementara persaudaraan tanpa kepedulian hanya akan menjadi slogan.
Lebih lanjut, Safrizal menegaskan komitmennya untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan seluruh anggota, mulai dari tingkat basis hingga jajaran pimpinan.
Ia juga menargetkan pembenahan administrasi organisasi, penguatan regenerasi, serta pembinaan kader secara berkelanjutan agar roda organisasi berjalan tertib, terarah, dan memiliki kesinambungan kepemimpinan.
Bukan Sekadar Seragam, tetapi Pengabdian
Kepemimpinan baru PAC Pemuda Pancasila Tanah Jawa kini membawa harapan sekaligus tanggung jawab. Sebab, organisasi kemasyarakatan tidak cukup hanya dikenal melalui identitas dan atributnya, tetapi harus mampu membuktikan keberadaannya melalui tindakan nyata.
Di tengah dinamika kehidupan sosial, Pemuda Pancasila diharapkan menjadi perekat persaudaraan, penyejuk ketika muncul perbedaan, serta bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.
Sejumlah unsur Muspika Kecamatan Tanah Jawa turut menghadiri kegiatan tersebut. Tampak pula sejumlah kader dan tokoh organisasi, di antaranya Pangulu Nagori Marbun Jaya, Ivansah Tanjung, serta Pangulu Bah Jambi II, Rahman.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Kini, setelah kepercayaan diberikan melalui aklamasi, publik tentu menantikan pembuktian. Sebab, kepemimpinan bukan hanya tentang menerima mandat, melainkan tentang bagaimana menjaga amanah.
Sebab, organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang disegani, tetapi organisasi yang kehadirannya dirindukan dan pengabdiannya dirasakan masyarakat (SGN/R01)

















































Discussion about this post