Aceh Tenggara, Sinarglobalnusantara.com-
Di tengah perjuangan petani menghadapi tantangan biaya produksi, keterbatasan tenaga kerja, dan kebutuhan modernisasi pertanian, secercah harapan kembali hadir di Kabupaten Aceh Tenggara. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Muslim Ayub, S.H., M.M., menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada 11 kelompok tani, Selasa (3/11/2026).
Bantuan tersebut bukan sekadar deretan mesin yang berpindah tangan. Di balik setiap unit traktor, mesin tanam, dan pompa air, tersimpan harapan agar petani tidak lagi berjalan tertatih menghadapi kerasnya perjuangan mengolah tanah dan menjemput hasil panen.
Penyerahan bantuan berlangsung di Gudang Pertanian, Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, serta menjaga ketahanan pangan di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Mariono, S.P., Kasi Sarana dan Prasarana, M. Ali Sadikin, S.P., Ketua DPD Partai NasDem Aceh Tenggara, Saidi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok tani penerima bantuan.
11 Kelompok Tani Terima 11 Unit Alsintan
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri atas empat unit traktor roda dua (TR2), dua unit rice transplanter, dan lima unit pompa air berukuran enam inci.
Sebanyak 11 unit Alsintan tersebut didistribusikan kepada 11 kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Tenggara.
Berikut rincian kelompok tani penerima bantuan:
1. Bantuan Traktor Roda Dua (4 Unit)
Kelompok Tani Tualang Ndekah, Desa Tualang Lama, Kecamatan Deleng Pokhkisen, diketuai Mhd. Daud Pelis.
Kelompok Tani Bunga Melati, Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam, diketuai Insari Putra.
Kelompok Tani Ayu, Desa Kuta Galuh Asli, Kecamatan Lawe Bulan, diketuai M. Nasir.
Kelompok Tani Pulung Mekaum, Desa Bahagia, Kecamatan Lawe Bulan, diketuai Desno Yuzar Pagan.
2. Bantuan Rice Transplanter (2 Unit)
Kelompok Tani Jaya, Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, diketuai Herry Mulyadi.
Kelompok Tani Alas Mandiri, Desa Salang Alas, Kecamatan Badar, diketuai Ali Amran.
3. Bantuan Pompa Air 6 Inci (5 Unit)
Kelompok Tani Maju Bersama, Desa Kuta Galuh Asli, Kecamatan Lawe Bulan, diketuai Raja Palepi.
Kelompok Tani Lawe Matang, Desa Terutung Pedi, Kecamatan Babussalam, diketuai Sanime.
Kelompok Tani Taruna, Desa Salang Alas, Kecamatan Badar, diketuai Yusdarli Amar.
Kelompok Tani Subur Tani, Desa Lawe Kongker Hilir, Kecamatan Lawe Alas, diketuai Mhd. Atih Caneago.
Kelompok Tani Lawe Nodi, Desa Rumah Luar, Kecamatan Tanoh Alas, diketuai Rudi Hartono.
Muslim Ayub: Jangan Biarkan Bantuan Menjadi Pajangan
Dalam kesempatan tersebut, Muslim Ayub mengingatkan seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan Alsintan dengan baik serta memanfaatkannya secara optimal dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas pertanian, melainkan bentuk dukungan pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam mengelola lahan.
Muslim Ayub juga menekankan pentingnya pemanfaatan Alsintan secara bersama-sama oleh anggota kelompok tani, sesuai peruntukannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Rawat dan jaga seluruh bantuan alat pertanian ini dengan baik. Manfaatkan sesuai peruntukannya agar benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok tani dan membantu meningkatkan hasil produksi pertanian,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan pemerintah harus dijaga sebagai aset bersama. Sebab, mesin yang dibiarkan rusak atau terbengkalai bukan hanya kehilangan fungsi, tetapi juga berpotensi menghilangkan kesempatan petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Petani Menaruh Harapan, Produktivitas Menjadi Taruhan
Perwakilan kelompok tani penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muslim Ayub atas kepedulian serta perjuangannya dalam membantu menghadirkan bantuan Alsintan bagi petani di Aceh Tenggara.
Menurut mereka, keberadaan alat pertanian modern tersebut sangat membantu aktivitas pertanian, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, mempercepat proses pengolahan lahan dan masa tanam, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Bagi petani, setiap musim tanam adalah pertaruhan antara harapan dan kenyataan. Ketika biaya produksi terus menjadi tantangan, kehadiran Alsintan diharapkan mampu menjadi penopang agar kerja keras di sawah tidak berakhir dengan hasil yang mengecewakan.
Namun, bantuan peralatan pertanian juga membawa tanggung jawab besar. Pemanfaatan yang tepat, perawatan berkala, serta pengelolaan yang transparan oleh kelompok tani menjadi kunci agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Dari Bantuan Menuju Kesejahteraan Petani
Penyaluran Alsintan kepada 11 kelompok tani ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sektor pertanian Aceh Tenggara.
Lebih dari sekadar membantu mempercepat pekerjaan di lahan, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka jalan menuju kesejahteraan petani yang lebih baik.
Sebab, ketahanan pangan tidak dibangun hanya dari luasnya hamparan sawah, tetapi juga dari kuatnya dukungan terhadap mereka yang setiap hari menanam harapan di atas tanah.
Kini, harapan telah diserahkan bersama bantuan Alsintan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap mesin benar-benar bekerja, setiap lahan semakin produktif, dan setiap keringat petani memperoleh hasil yang lebih layak.
Pada akhirnya, keberhasilan bantuan ini tidak hanya diukur dari jumlah mesin yang disalurkan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan petani dan seberapa nyata peningkatan kesejahteraan yang mampu diwujudkan di Kabupaten Aceh Tenggara.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post