Aceh Jaya, Sinarglobalnusantara.com-
Personel Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh bergerak cepat melaksanakan pembersihan material cangkang kelapa sawit yang berserakan di badan jalan lintas Meulaboh–Banda Aceh, tepatnya di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (26/10/2026).
Pembersihan tersebut dilakukan menyusul kecelakaan beruntun yang terjadi pada Sabtu malam (24/10/2026). Material cangkang kelapa sawit yang berserakan di badan jalan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar risiko kecelakaan susulan dapat diminimalkan. Personel Brimob bersama pihak terkait pun bergotong royong menyingkirkan material yang menghambat badan jalan demi memulihkan keamanan dan kenyamanan para pengendara.
Langkah ini menjadi gambaran bahwa penanganan pascakecelakaan tidak berhenti pada peristiwa yang telah terjadi. Pembersihan sisa material di lokasi kejadian juga menjadi bagian penting dalam mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zulkifli Ismail, S.I.K., M.Han., melalui Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor, AKP Dr. Tanthawi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian Brimob terhadap keselamatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Brimob bukan semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga memberikan pelayanan serta bantuan nyata ketika masyarakat menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan.
Seluruh personel, lanjutnya, diharapkan senantiasa sigap, tanggap, dan responsif dalam membantu masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan instansi terkait demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Keselamatan Jalan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Melalui kegiatan tersebut, Brimob Calang mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan kendaraan, serta mematuhi aturan lalu lintas, terutama ketika melintasi jalur yang berpotensi terdampak material berbahaya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa material yang tercecer di jalan raya bukan persoalan sepele. Kelalaian dalam penanganan dapat mengubah perjalanan biasa menjadi ancaman serius bagi keselamatan banyak orang.
Respons cepat di lapangan menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi jalan. Namun, kewaspadaan pengendara, tanggung jawab pihak terkait, dan upaya pencegahan yang berkelanjutan tetap dibutuhkan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan risiko bagi masyarakat.(SGN/Rizki)















































Discussion about this post