Aceh Utara, Sinarglobalnusantara.com-
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen (SIM) “SATUMU” dengan melibatkan 100 peserta dari unsur Muhammadiyah di Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan akuntabel.
Melalui kegiatan tersebut, Muhammadiyah mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan administrasi, pendataan, serta penyampaian informasi organisasi. Penerapan sistem informasi yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja dan memperkuat koordinasi antarstruktur persyarikatan.
Ketua PDM Aceh Utara, Anwar, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Muhammadiyah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ketertiban administrasi, dan efektivitas koordinasi.
Ia berharap peserta Bimtek mampu memahami dan mengoperasikan SIM “SATUMU” dengan baik, kemudian menerapkannya secara konsisten di lingkungan organisasi masing-masing.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, kedisiplinan administrasi, keterbukaan informasi, dan komitmen bersama.
Implementasi sistem digital, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diiringi perubahan pola kerja agar pengelolaan organisasi semakin tertib, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pelibatan 100 peserta dalam Bimtek ini diharapkan menjadi titik awal perluasan penerapan SIM “SATUMU” di berbagai tingkatan kepemimpinan Muhammadiyah di Aceh Utara. Dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai, proses administrasi serta pendataan organisasi diharapkan berlangsung lebih sistematis dan terukur.
Transformasi digital ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mewujudkan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dakwah Islam, pelayanan umat, dan semangat Islam Berkemajuan.
Digitalisasi bukan sekadar memindahkan pekerjaan ke layar, melainkan membangun budaya organisasi yang lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui SIM “SATUMU”, PDM Aceh Utara diharapkan semakin siap memperkuat fondasi organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post