Pidie, Sinarglobalnusantara.com-
Perlindungan tenaga kerja tidak boleh berhenti pada peningkatan keterampilan semata. Di balik upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja, jaminan sosial menjadi fondasi penting agar pekerja memiliki perlindungan ketika risiko pekerjaan datang tanpa diduga.
Komitmen tersebut tercermin dalam penyerahan secara simbolis 64 kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta pelatihan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Pidie, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung BLK Pidie itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Penyerahan kartu tersebut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pidie, Kepala UPTD BLK Pidie, serta para peserta pelatihan yang menerima kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pidie Sigli menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), merupakan salah satu instrumen perlindungan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini dinilai penting, terutama bagi pekerja mandiri dan masyarakat yang bekerja di sektor informal, yang membutuhkan perlindungan terhadap risiko sosial ekonomi dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.
Keterampilan Penting, Perlindungan Juga Tidak Kalah Penting
Penyerahan 64 kartu kepesertaan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, UPTD BLK Pidie, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pidie dalam membangun kesiapan tenaga kerja secara menyeluruh.
Peserta pelatihan tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga perlu memahami pentingnya jaminan sosial sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja. Sebab, kompetensi membuka pintu kesempatan, sementara perlindungan memberikan rasa aman ketika risiko pekerjaan tidak dapat dihindari.
Dalam dunia kerja, kecelakaan dan risiko sosial ekonomi dapat terjadi tanpa mengenal waktu maupun status pekerjaan. Karena itu, kesadaran terhadap jaminan sosial perlu dibangun sejak seseorang mengikuti pelatihan hingga benar-benar terjun ke lapangan kerja.
Kolaborasi Diharapkan Berlanjut
Melalui penyerahan kartu tersebut, para peserta BLK Pidie diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus menyadari pentingnya perlindungan sosial dalam perjalanan profesional mereka.
Kolaborasi lintas instansi juga diharapkan terus diperkuat agar akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan semakin luas, termasuk bagi pekerja mandiri dan kelompok masyarakat yang rentan menghadapi risiko pekerjaan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari banyaknya tenaga kerja yang terampil. Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh sejauh mana para pekerja memperoleh perlindungan, kepastian, dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Sebab, tenaga kerja yang kompeten adalah modal pembangunan, sedangkan tenaga kerja yang terlindungi merupakan bagian penting dari masa depan ekonomi masyarakat yang lebih kuat.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post