Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Kepercayaan mayoritas perwakilan masyarakat mengantarkan Zamruddin Sam, SP, terpilih sebagai Pangulu Pergantian Antarwaktu (PAW) Nagori Totap Majawa, Kabupaten Simalungun, untuk melanjutkan kepemimpinan hingga akhir masa jabatan yang tersisa, sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pemilihan yang berlangsung pada Senin (26/10/2026), Zamruddin Sam meraih 58 suara dari total 81 pemilih. Proses pemilihan berlangsung kondusif, mencerminkan harapan agar pergantian kepemimpinan di tingkat nagori berjalan dengan semangat demokrasi, persatuan, dan kebersamaan.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, calon Pangulu nomor urut 1 memperoleh 15 suara, calon nomor urut 2, Dani Huni Armansyah Manurung, meraih 8 suara, sedangkan calon nomor urut 3, Zamruddin Sam, SP, unggul dengan perolehan 58 suara.
Hasil tersebut menjadi modal kepercayaan bagi Zamruddin untuk mengemban amanah masyarakat. Namun, kemenangan dalam pemilihan bukanlah garis akhir sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan benar-benar bermuara pada kemajuan nagori dan kesejahteraan masyarakat.
Zamruddin: Tidak Ada Lagi Sekat Antarkandidat, Saatnya Bersatu Membangun Nagori
Dalam sambutannya, Zamruddin Sam menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perwakilan masyarakat Nagori Totap Majawa yang telah berpartisipasi dalam proses pemilihan dan memberikan kepercayaan kepadanya.
“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada kita semua yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memimpin nagori ini. Pesan saya, tolong tegur saya dan ajari saya ke depannya bagaimana kita bersama-sama membangun desa dan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan, tetapi juga membutuhkan keterbukaan terhadap kritik, kesediaan menerima masukan, serta kemauan untuk belajar bersama masyarakat.
Zamruddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan selama proses pemilihan berlangsung. Menurutnya, persatuan merupakan fondasi penting untuk membangun Nagori Totap Majawa ke arah yang lebih baik.
“Kita adalah kemarin, kita adalah hari ini, dan kita adalah selamanya. Jadi, mari kita jalin persatuan untuk membangun nagori ini. Saya juga berharap ke depannya tidak ada lagi cerita tentang perbedaan calon Pangulu. Saya siap menjadi Pangulu bagi seluruh masyarakat Nagori Totap Majawa,” tegasnya.
Kemenangan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Jabatan
Terpilihnya Zamruddin Sam membawa harapan baru bagi masyarakat Nagori Totap Majawa. Akan tetapi, harapan tersebut tentu perlu diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang adil, serta kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Dalam menjalankan pemerintahan nagori, keterbukaan terhadap aspirasi warga, transparansi pengelolaan anggaran, pemerataan pembangunan, dan penguatan gotong royong menjadi aspek penting yang patut mendapat perhatian.
Sebab, seorang Pangulu bukan hanya pemimpin bagi mereka yang memberikan suara, melainkan pelayan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik, latar belakang, maupun kelompok pendukung.
Kini, setelah kontestasi berakhir, masyarakat menantikan pembuktian atas pesan persatuan yang telah disampaikan. Jangan sampai perbedaan pilihan meninggalkan sekat berkepanjangan, sementara persoalan pembangunan dan kesejahteraan justru menunggu penyelesaian.
Amanah telah diberikan, persatuan telah diserukan, dan kerja nyata kini menjadi ukuran. Masyarakat Nagori Totap Majawa tentu berharap kepemimpinan Zamruddin Sam mampu menghadirkan perubahan positif, memperkuat kebersamaan, serta membawa nagori menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(SGN/R01)














































Discussion about this post