Gunungsitoli, Sinarglobalnusantara.com-
Suasana berbeda terasa di kota Gunungsitoli, Sumut, pada Jumat pagi 24 April 2026. Bukan sekadar seremoni biasa, Alun-alun kota dipenuhi ratusan lansia yang mengenakan toga dengan wajah penuh haru dan bangga. Sekitar 500 peserta dari 12 desa resmi di wisuda mengukir sejarah sekaligus mengirim pesan kuat bahwa belajar tak mengenal batas usia.
Langkah mereka mungkin tak lagi secepat dulu, namun semangat yang terpancar justru lebih kuat dari generasi mana pun. Wisuda ini menjadi simbol perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang di usia senja.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, SE.,MSi.,dan Wakil Wali Kota Martinus Lase SH, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pendidikan sepanjang hayat. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh hanya berfokus pada generasi muda.
“Pendidikan adalah hak semua orang. Hari ini, para lansia telah membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah padam,” ujarnya.
Program pendidikan lansia yang berlangsung selama enam bulan ini dirancang khusus dengan pendekatan yang menyesuaikan kemampuan peserta. Namun lebih dari sekadar proses belajar, program ini menjadi ruang untuk membangun kembali rasa percaya diri, kebersamaan, dan makna hidup.
Tangis haru pun tak terelakkan. Yulima Zebua (61) mengaku momen ini adalah impian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Saya tidak menyangka bisa merasakan wisuda seperti ini. Ini kebanggaan terbesar dalam hidup saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Wisudawati, Lansia Umur 61 Tahun
Hal senada disampaikan Lisaati Larosa (66). Baginya, pengalaman ini membawa energi baru dalam menjalani hari-hari. “Kami merasa hidup kembali. Kami merasa berarti,” katanya penuh senyum.
Wisuda ini menjadi yang pertama bagi program pendidikan lansia di Gunungsitoli, sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan pendidikan di Indonesia. Para peserta bahkan menilai daerah mereka kini semakin maju dan mampu bersaing dalam bidang pendidikan.
Lebih dari sekadar perayaan kelulusan, momen ini adalah pengingat bagi semua generasi—bahwa usia bukanlah penghalang untuk bermimpi, belajar, dan berkembang.

Di akhir acara, tawa dan kebahagiaan menyatu dalam sesi foto bersama. Hari itu, Gunungsitoli tidak hanya meluluskan ratusan peserta—tetapi juga melahirkan inspirasi bagi banyak orang untuk terus melangkah, berapa pun usia mereka.
(SGN/Murni Lahagu, S.Kom)













































Discussion about this post