Banda Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Di saat banyak sekolah memanfaatkan masa orientasi hanya untuk memperkenalkan lingkungan belajar, SMK Muhammadiyah Aceh memilih melangkah lebih jauh. Melalui Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini membangun fondasi lahirnya generasi Muslim berkemajuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Beriman, Berilmu, Berkarakter, dan Berkemajuan,” FORTASI menjadi momentum awal bagi para peserta didik baru untuk memasuki dunia pendidikan yang memadukan nilai-nilai Islam, teknologi, dan pendidikan vokasi dalam satu kesatuan yang utuh.
Sejak hari pertama, para siswa diajak memahami bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari nilai akademik atau keterampilan kerja. Lebih dari itu, karakter yang kuat, integritas, kejujuran, disiplin, kepedulian terhadap sesama, serta semangat mengabdi kepada masyarakat menjadi bekal utama yang harus dimiliki untuk menghadapi tantangan masa depan.
Suasana religius begitu terasa sepanjang pelaksanaan FORTASI. Para peserta membiasakan diri melaksanakan shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, mengikuti kultum inspiratif, serta menerapkan Gerakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai budaya yang mengakar dalam kehidupan sekolah.
Tak hanya itu, SMK Muhammadiyah Aceh juga memperkuat budaya FAST (Fathonah, Amanah, Siddiq, dan Tabligh) sebagai identitas karakter peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang cerdas dalam berpikir, jujur dalam bertindak, dapat dipercaya, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menjawab tantangan Revolusi Industri dan era digital, sekolah turut membekali siswa dengan wawasan budaya kerja industri, literasi digital, kewirausahaan, serta pembelajaran berbasis teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala SMK Muhammadiyah Aceh, Muzadi, S.Pd.I, menegaskan bahwa FORTASI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan proses awal pembentukan jati diri setiap peserta didik.
“Kami ingin setiap peserta didik memahami bahwa menjadi siswa SMK Muhammadiyah Aceh berarti siap menjadi pribadi yang beriman, profesional, berintegritas, dan bermanfaat. Inilah semangat Islam Berkemajuan yang menjadi napas pendidikan Muhammadiyah, yaitu mencetak generasi yang unggul dalam akhlak, kompetensi, dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Muzadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).
Dengan mengusung slogan “Sekolahnya Para Calon Pemimpin dan Profesional Muslim Berkemajuan,” SMK Muhammadiyah Aceh menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi yang mampu menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.
FORTASI pun bukan sekadar gerbang memasuki dunia sekolah, melainkan sebuah kawah candradimuka yang menempa peserta didik menjadi insan beriman, berilmu, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Dari ruang-ruang kelas inilah diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa semangat Islam Berkemajuan menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post