Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Stadion yang dulunya menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, kini justru memunculkan kesan horor dan memprihatinkan. Stadion yang terletak di kawasan Emplasemen, Huta VI Tinjowan, itu tampak terbengkalai dan jauh dari kata terawat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (5/2/2026), kondisi stadion terlihat rusak di berbagai sisi. Area tribun penonton yang diperkirakan mampu menampung sekitar 500 orang kini dipenuhi semak belukar dan tanaman liar. Pagar pembatas di sekitar tribun tampak hancur, sementara bangunan utama stadion terlihat kusam, berlumut, serta dipenuhi coretan vandalisme.
Tak hanya itu, atap tribun juga sudah tidak utuh. Sebagian rangka dan penutupnya rusak, sehingga menambah kesan angker pada stadion yang dahulu menjadi pusat aktivitas olahraga dan hiburan warga.
Kondisi ini sangat kontras dengan masa lalu stadion yang pernah ramai digunakan, terutama saat digelarnya turnamen sepak bola antar desa maupun antar kecamatan. Ribuan warga dari berbagai kampung kerap memadati stadion untuk menyaksikan pertandingan.
“Dulu setiap ada turnamen bola, stadion ini selalu ramai. Warga dari berbagai kampung datang menonton. Sekarang sudah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, stadion tersebut telah bertahun-tahun tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Saat ini, fasilitas itu hanya dimanfaatkan secara terbatas oleh warga sekitar untuk bermain sepak bola seadanya maupun kegiatan masyarakat lainnya.
“Tidak ada perawatan. Rumput liar tumbuh di mana-mana, pagar rusak, tribun juga sudah tidak layak. Sayang sekali, padahal ini aset daerah dan punya nilai sejarah bagi warga Ujung Padang,” tambahnya.
Warga pun berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi stadion tersebut. Selain sebagai sarana olahraga, stadion dinilai memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pusat kegiatan kepemudaan dan olahraga apabila dilakukan perbaikan serta perawatan yang memadai.
Jika dibiarkan terus-menerus, stadion kebanggaan masyarakat Ujung Padang itu dikhawatirkan akan semakin rusak dan hanya menyisakan cerita masa lalu—berubah dari simbol kebanggaan menjadi “istana hantu” yang terbengkalai di tengah permukiman warga.(SGN/Toba)













































Discussion about this post