Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Penelitian mengenai peningkatan kualitas pelayanan Pelabuhan Feri Balohan yang dipresentasikan oleh M. Ardian Savila, mahasiswa Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perhubungan Aceh yang mendapat salah satu apresiasi sebagai Best Presenter karya ilmiah yang mendapat perhatian peserta dalam The 7th Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE) 2026. 20 jul 2026
Konferensi internasional yang diselenggarakan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) tersebut mengusung tema “Resilient Infrastructure under Climate Change” dan diikuti akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Inggris, Jepang, Irak, Pakistan, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Sebanyak 40 makalah ilmiah dipresentasikan dalam konferensi tersebut, dengan sekitar 56 persen berasal dari penulis yang berafiliasi dengan institusi luar negeri. Tingginya partisipasi internasional tersebut menjadikan AISCE 2026 sebagai salah satu forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan berbagai gagasan dan inovasi di bidang infrastruktur berkelanjutan.
Di antara puluhan penelitian yang dipresentasikan, karya ilmiah M. Ardian Savila menjadi salah satu paper yang memperoleh apresiasi dari peserta karena mengangkat pengembangan pelayanan transportasi laut pada kawasan strategis pariwisata Aceh. Penelitian tersebut berjudul “Evaluation of Passenger Service Standards at Balohan Ferry Port on User Satisfaction.”
Menurut Ardian, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pelabuhan Balohan sebagai gerbang utama menuju Kota Sabang, salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang dikenal hingga tingkat internasional. Selain menjadi pintu masuk wisatawan domestik dan mancanegara, Pelabuhan Balohan juga berfungsi sebagai simpul utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju Pulau Weh.
“Pelabuhan Balohan merupakan wajah pertama yang dilihat wisatawan ketika tiba di Sabang. Oleh karena itu, kualitas pelayanan pelabuhan memiliki peran penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia,” ujar Ardian.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menghadirkan pendekatan yang mengintegrasikan evaluasi standar pelayanan penumpang dengan tingkat kepuasan pengguna jasa. Pendekatan ini menjadi salah satu kebaruan (novelty) penelitian karena tidak hanya mengukur kualitas pelayanan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi berbasis data yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan transportasi laut menuju kawasan wisata.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian pelayanan mencapai 73,48 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa pelayanan di Pelabuhan Balohan telah memiliki fondasi yang baik dalam mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Sabang. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Aceh untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan transportasi laut yang semakin modern, nyaman, aman, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.
Penelitian tersebut juga merekomendasikan sejumlah langkah pengembangan, antara lain optimalisasi pengelolaan lalu lintas kawasan pelabuhan, peningkatan kenyamanan fasilitas terminal penumpang, serta penyempurnaan sistem akses penumpang menuju kapal. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan secara bertahap seiring berkembangnya aktivitas transportasi dan pariwisata di Sabang.
Ardian mengatakan, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam merancang sistem transportasi laut yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor pariwisata.
Keikutsertaan penelitian tersebut dalam AISCE 2026 juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Sabang kepada komunitas akademik internasional. Dengan hadirnya peserta dari berbagai negara, hasil penelitian mengenai Pelabuhan Balohan turut memperlihatkan bagaimana infrastruktur transportasi memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan destinasi wisata berkelas dunia.
Bagi Ardian, sinergi antara dunia akademik dan pengalaman sebagai ASN di Dinas Perhubungan Aceh menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui forum internasional tersebut, penelitian mengenai Pelabuhan Balohan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang transportasi, infrastruktur, dan pariwisata berkelanjutan. Sejalan dengan tema AISCE 2026, hasil penelitian ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat posisi Sabang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia di mata dunia.(SGN/Rizki)













































Discussion about this post