Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Kebun Bah Birung Ulu PTPN IV Regional II langsung tancap gas di awal 2026. Sepanjang Triwulan I, produksi Tandan Buah Segar (TBS) menembus 10.912.870 kilogram—melampaui target RKAP yang ditetapkan sebesar 9.742.000 kilogram.
Capaian ini sekaligus menunjukkan lonjakan kinerja dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 9.572.910 kilogram.
Tak hanya dari sisi volume, kualitas produksi juga ikut terdongkrak. Rendemen minyak sawit tercatat naik menjadi 25,02 persen, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 24,97 persen. Meski demikian, rendemen inti sawit terkoreksi tipis menjadi 4,07 persen dari 4,11 persen.
Manajer Kebun Bah Birung Ulu, Yuna Shaund H.S. Damanik, menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari konsistensi seluruh lini operasional.
“Ini bukti sinergi di lapangan berjalan efektif, mulai dari panen hingga pengolahan. Fokus kami bukan hanya mengejar target, tetapi memastikan efisiensi dan kualitas tetap terjaga,” ujarnya pada Selasa (07/04/2026).
Momentum capaian ini disampaikan dalam suasana kebersamaan melalui kegiatan halal bihalal dan syukuran ulang tahun PTPN Group di Afdeling IV. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim dan makan bersama karyawan.
Di sisi lain, faktor non-teknis turut memberi kontribusi signifikan. Asisten Personalia Kebun (APK) Bah Birung Ulu, Bobby YF Saragih, menyoroti pentingnya aspek keamanan dalam menjaga ritme produksi.
“Kami memperkuat sistem pengamanan dengan melibatkan karyawan melalui PAM Swakarsa. Ini bukan sekadar pengamanan, tetapi membangun rasa memiliki terhadap aset dan hasil produksi,” katanya.
Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan kondusif menjadi fondasi utama dalam menjaga kesinambungan kinerja kebun.
Dengan capaian yang melampaui target sejak awal tahun, Kebun Bah Birung Ulu kini mengarahkan fokus pada penguatan efisiensi operasional, peningkatan kualitas panen, serta sistem pengamanan terpadu guna mempertahankan tren positif hingga akhir 2026.(SGN/R01)













































Discussion about this post