Simeulue, Sinarglobalnusantara.com-
Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Simeulue, Kamis (27/8/2026), mendapat apresiasi dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Simeulue.
Kunjungan tersebut dinilai bukan sekadar agenda pejabat negara menyapa daerah, tetapi menjadi momentum penting untuk kembali menyoroti wajah pendidikan di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis, keterbatasan akses, hingga kebutuhan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.
Ketua PDPM Simeulue, Adi Saleh, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Menurutnya, kunjungan seorang menteri ke Simeulue membawa pesan bahwa denyut pendidikan di daerah kepulauan tidak boleh luput dari perhatian pemerintah pusat.
“Kami dari PDPM Simeulue mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Simeulue. Ini merupakan momentum yang sangat berarti bagi masyarakat Simeulue, khususnya bagi kemajuan pendidikan,” ujar Adi Saleh.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap Simeulue diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk kunjungan, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sebab, pendidikan di daerah kepulauan tidak cukup hanya dibicarakan dari balik meja. Ia harus dirasakan hingga ke ruang-ruang kelas yang jauh dari pusat pemerintahan.
PDPM Simeulue menilai sejumlah aspek masih membutuhkan penguatan, mulai dari peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, hingga pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
Kunjungan Mendikdasmen pun diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya perhatian yang lebih serius terhadap berbagai persoalan tersebut.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan program-program nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Simeulue,” katanya.
Bagi PDPM Simeulue, kedatangan Mendikdasmen seharusnya menjadi titik awal, bukan titik akhir. Momentum tersebut diharapkan mampu membuka ruang sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, Muhammadiyah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat.
PDPM Simeulue juga menegaskan kesiapannya untuk mengambil bagian dalam gerakan bersama membangun kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah tersebut.
“Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan. Jangan sampai jarak dan laut menjadi alasan bagi anak-anak Simeulue untuk berjalan lebih lambat menuju cita-citanya.”
Dengan demikian, kehadiran Mendikdasmen di Simeulue diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak kunjungan, tetapi juga meninggalkan jejak kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebab, ketika seorang menteri datang ke daerah, harapan masyarakat pun ikut mengetuk pintu. Dan harapan itu hanya akan benar-benar hidup apabila setelah kunjungan tersebut lahir langkah nyata untuk membuat pendidikan di Simeulue semakin maju, merata, dan berkeadilan.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post