Pidie Jaya, Sinarglobalnusantara.com-
Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tak boleh berhenti di balik meja kantor atau hanya menjadi slogan di atas kertas. Di tengah berbagai risiko pekerjaan yang bisa datang kapan saja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pidie Sigli terus mendorong agar perlindungan tersebut benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok gampong.
Komitmen itu diperkuat melalui kegiatan sosialisasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Pidie Jaya serta para geuchik yang baru dilantik, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penyerahan secara simbolis santunan kematian kepada ahli waris perangkat gampong di Kabupaten Pidie Jaya.
Penyerahan santunan itu menjadi gambaran nyata bahwa jaminan sosial bukan sekadar angka dalam daftar kepesertaan. Di balik setiap kepesertaan terdapat manusia, keluarga dan masa depan yang harus tetap berjalan ketika musibah datang tanpa pernah mengenal waktu.
Sosialisasi tersebut menjadi ruang penting untuk membuka kesadaran para geuchik dan perangkat gampong mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
Saat ini, terdapat tujuh unsur perangkat gampong yang baru terdaftar dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka terdiri dari keuchik, sekretaris desa (sekdes), kaur umum dan perencanaan, kaur keuangan, kasi pemerintahan, kasi kesejahteraan (kesra), serta imam mukim.
Namun, langkah tersebut diharapkan tidak menjadi garis akhir. Justru, dari tujuh unsur inilah diharapkan lahir gelombang perlindungan yang semakin luas, sehingga tidak ada lagi pekerja di tingkat gampong yang berjalan sendirian menghadapi risiko pekerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pidie Sigli, Yulia, menyampaikan harapan agar kepesertaan terus diperluas, termasuk bagi pengurus masjid dan mushalla.
“Besar harapan kami agar seluruh perangkat gampong, termasuk para pengurus masjid maupun mushalla, ikut terdaftar agar dapat memperoleh perlindungan secara maksimal,” ujar Yulia.
Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya menjadi kebutuhan pekerja formal. Masyarakat yang menjalankan aktivitas pekerjaan di tingkat gampong juga memiliki risiko yang sama dan membutuhkan perlindungan ketika musibah menghampiri.
Sebab, kecelakaan kerja tidak pernah bertanya seseorang bekerja di gedung bertingkat atau di tengah masyarakat. Kematian pun tidak mengenal pangkat, jabatan maupun seragam. Ketika musibah mengetuk pintu, keluarga adalah pihak pertama yang harus menanggung dampaknya.
Karena itu, keberadaan jaminan sosial diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga apabila peserta mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Santunan kematian yang diserahkan kepada ahli waris menjadi salah satu bukti bahwa perlindungan tersebut bukan sekadar janji. Ketika seorang pencari nafkah pergi untuk selamanya, setidaknya ada tangan yang membantu keluarga untuk tetap berdiri dan melanjutkan kehidupan.
Di situlah makna jaminan sosial menemukan wajah kemanusiaannya: hadir ketika tenaga telah tiada, hadir ketika kehilangan meninggalkan luka, dan hadir agar keluarga yang ditinggalkan tidak jatuh terlalu dalam bersama duka.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pidie Sigli menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pemerintahan gampong di Pidie Jaya dalam memperluas cakupan kepesertaan.
Upaya tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem perlindungan sosial yang kuat hingga tingkat gampong. Semakin luas kepesertaan, semakin banyak pula pekerja dan keluarga yang memiliki perlindungan ketika risiko sosial dan ekonomi datang secara tiba-tiba.
Karena bekerja adalah ikhtiar untuk menghidupi keluarga, sementara memberikan perlindungan adalah ikhtiar agar keluarga tetap memiliki sandaran ketika sang pencari nafkah tak lagi mampu menjalankan tugasnya.
Jaminan sosial pun pada akhirnya bukan sekadar kartu yang tersimpan di dalam dompet. Ia adalah payung yang mungkin terlihat sederhana saat matahari bersinar, tetapi menjadi sangat berarti ketika hujan musibah turun tanpa aba-aba.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post