Aceh Selatan, Sinarglobalnusantara.com-
Kemerdekaan bukan hanya tentang merah putih yang berkibar di tiang upacara. Kemerdekaan juga dapat tumbuh dari kepedulian, mengalir melalui gotong royong, dan bersemi dari tangan-tangan yang rela hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan bakti sosial (baksos) Polres Aceh Selatan di Masjid Al-Falah, Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi wujud kepedulian jajaran kepolisian terhadap masyarakat dan pembangunan rumah ibadah.
Kehadiran personel Polres Aceh Selatan bersama unsur Muspika Kecamatan Sawang mendapat sambutan positif dari Pemerintah Gampong Simpang Tiga, panitia pembangunan masjid, tokoh masyarakat, hingga unsur pemuda.
Keuchik Gampong Simpang Tiga, Usman Nuri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah atas perhatian dan kepedulian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, bakti sosial bukan sekadar aktivitas gotong royong, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kapolres Aceh Selatan atas kepedulian dan perhatian melalui kegiatan bakti sosial di Masjid Al-Falah,” ujar Usman Nuri usai kegiatan.
Apresiasi juga datang dari Ketua Pembangunan Masjid Al-Falah, Tarmizi Nur. Ia menyambut baik kepedulian Polres Aceh Selatan dan menyampaikan terima kasih atas dukungan terhadap pembangunan masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian, kepedulian, serta bantuan dari Kapolres untuk pembangunan masjid,” kata Tarmizi Nur.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kapolsek Sawang Iptu Ian Fitrah, S.H., bersama jajaran personel, Pemerintah dan perangkat Gampong Simpang Tiga, Imam Masjid Al-Falah, panitia pembangunan masjid, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda.
Kebersamaan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu harus berdiri di atas struktur dan anggaran, tetapi juga tumbuh dari kepedulian serta gotong royong.
Seperti sapu lidi yang tidak berarti ketika berdiri sendiri, namun menjadi kuat ketika disatukan, demikian pula kekuatan masyarakat dan aparat akan semakin kokoh ketika berjalan dalam satu irama.
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi gambaran bahwa tugas menjaga keamanan tidak harus selalu berada di balik pagar kantor. Polisi yang turun ke tengah warga ibarat jembatan yang menghubungkan dua tepian—antara institusi dan masyarakat, antara pelayanan dan kebutuhan rakyat.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya yang menerangi ruang kebersamaan. Satu tangan yang membantu mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika tangan-tangan itu bersatu, pekerjaan berat pun dapat terasa ringan.
Baksos di Masjid Al-Falah pun menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polres Aceh Selatan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan warga dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan.
Masjid bukan sekadar bangunan yang berdiri dengan dinding dan atap. Ia adalah rumah kebersamaan, tempat hati dipertautkan dan nilai-nilai persaudaraan ditanamkan. Karena itu, setiap kepedulian terhadap rumah ibadah pada hakikatnya adalah menanam benih kebaikan untuk kehidupan masyarakat.
Semangat gotong royong yang terlihat di Masjid Al-Falah menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakatnya saling menopang.
Jika kemerdekaan adalah sebuah rumah besar, maka kepedulian adalah pintunya, gotong royong adalah tiangnya, dan persatuan adalah atap yang menaunginya.
Dari Masjid Al-Falah, pesan itu kembali menggema: ketika aparat dan masyarakat berjalan berdampingan, jalan yang berat dapat menjadi ringan, pekerjaan yang besar dapat diselesaikan bersama, dan harapan akan masa depan yang lebih baik tidak sekadar menjadi kata-kata.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post