Sumsel, Sinarglobalnusantara.com-
Rikha Permatasari menyampaikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga kehormatan, integritas, dan harga diri di tengah kehidupan yang dinilai semakin dipenuhi kepentingan dan kepalsuan.
Dalam pernyataannya, ia mengingatkan agar hubungan pertemanan maupun kepercayaan tidak rusak hanya karena persoalan materi.
“Jangan sampai pertemanan hancur hanya karena angka. Jangan gadaikan harga diri hanya demi uang dua juta.”ujarnya Selasa 19/05/2026.
Menurutnya, uang hanyalah sesuatu yang dapat dicari kembali, sementara kepercayaan dan nama baik membutuhkan waktu panjang untuk dibangun serta dijaga. Ia menilai karakter asli seseorang justru terlihat ketika menghadapi persoalan kecil.
“Bagaimana ingin dipercaya mengelola proyek miliaran hingga triliunan, jika menghadapi perkara kecil saja watak asli, karakter culas, dan niat buruk sudah terlihat jelas,” ungkapnya.
Advokat asal Sumatera Selatan (Sumsel) ini juga menyoroti kondisi sosial saat ini yang menurutnya semakin dipenuhi sandiwara dan kepentingan tersembunyi. Ia menyebut banyak orang memakai “topeng kebaikan” demi mencapai tujuan pribadi.
Meski demikian, ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan moral, etika, dan keberanian untuk hidup dengan prinsip di tengah perubahan zaman.
“Zaman boleh berubah, tetapi moral, etika, dan integritas tidak boleh ikut runtuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai seseorang tidak diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari kemampuan menjaga amanah, martabat, dan kehormatan diri.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya persaingan hidup, integritas tetap merupakan kekayaan paling berharga yang tidak dapat dibeli dengan uang.(SGN/M Tahan)













































Discussion about this post