Penang, Sinarglobalnusantara.com-
Di lorong-lorong Hospital Law Wei Penang, langkah kaki Ishak Bin Idris terasa berat namun penuh makna. Setiap langkahnya membawa dia ke setiap ruang perawatan, memeriksa denyut kehidupan yang tercatat melalui indikator darah, denyut jantung, volume air seni, dan berbagai tanda vital lainnya. Di sinilah, ia menyaksikan keajaiban tubuh manusia yang Allah ciptakan—sesuatu yang melampaui batas logika hidup sehari-hari.
Ketika melihat bagaimana sel-sel tubuh berjuang untuk mempertahankan kehidupan, bagaimana jantung terus berdebar meskipun tubuh lelah, Ishak terpesona. Namun, ia juga menyadari bahwa seringkali manusia lupa akan nikmat ini. Terlalu terjebak dalam kesulitan dan penderitaan, terkadang kita ingkar kepada Tuhan Sang Pencipta, lupa bahwa setiap napas adalah anugerah yang patut disyukuri.
Hari kedua tinggal di rumah sakit pada penghujung bulan Januari 2026, bagian pertama perjalanan menuju kesembuhan, membuat Ishak menyadari dua hal penting: biaya perawatan kesehatan yang mahal, dan pentingnya kesyukuran. Meskipun beban finansial terasa berat, ia menyadari bahwa kesempatan untuk mendapatkan perawatan adalah nikmat lain yang tidak boleh diabaikan.
Melalui ding ding Facebook nya, sosok yang dikenal selalu rendah hati dan penuh sosial ini mengingatkan kepada umat sang illahi, bahwa selagi masih diberikan kesempatan maka perlu mensyukuri segala nikmat yang dilimpahkan Sang Pencipta. Jangan arogan bila punya harta dan kekuasaan, jangan berlutut bila tidak punya apa apa,hidup sewajarnya.Perbanyak bersyukur, begitu tidak berartinya kita dihadapan Tuhan sang Pemilik Zat di alam semesta ini. Bersedekah mengingatkan kita akan keindahan hidup ini #barakallaahu #bersyukur #Menujusehat, #Bersyukur menjadi pengingat akan tujuan untuk pulih”, Tulis Ishak Bin Indris sebagai pengingat pada diri sendiri dan orang orang.(SGN/R01)













































Discussion about this post