Labuhanbatu, Sinarglobalnusantara.com-
Malam masih gelap ketika langkah aparat Satres Narkoba Polres Labuhanbatu memecah sunyi perkebunan kelapa sawit di Rantau Selatan. Di balik rimbunnya pohon sawit dan sebuah pondok sederhana yang tampak biasa, ternyata tersimpan aktivitas haram yang selama ini meresahkan warga.
Berawal dari informasi masyarakat, Tim II Unit I Opsnal Satres Narkoba langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di kawasan Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan, Rabu dini hari (13/05). Operasi senyap itu dipimpin langsung oleh Kanit I Ipda Sastrawan Ginting.
Sekitar pukul 00.35 WIB, petugas akhirnya berhasil mengamankan seorang pria berinisial MP alias Uli (34). Pria tersebut ditangkap di sebuah pondok yang berada di tengah area perkebunan sawit, lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 20 paket kecil diduga sabu dengan berat bruto 3,80 gram yang disembunyikan di dalam kotak rokok. Barang bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba juga turut diamankan.
Namun pengungkapan kasus ini belum berhenti. Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial E. Ketika petugas melakukan pengembangan, sosok yang diduga sebagai pemasok itu berhasil kabur memanfaatkan gelapnya perkebunan sawit dan kini masih dalam pengejaran aparat.
Kapolres Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan menegaskan bahwa perang melawan narkoba akan terus dilakukan tanpa kompromi.
“Tidak ada tempat bagi pelaku narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Kami akan terus bergerak dan menindak tegas siapa pun yang terlibat,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba AKP Hardiyanto menyebut pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya membongkar jaringan narkoba yang lebih besar di Labuhanbatu.
Keberhasilan penggerebekan di tengah perkebunan sawit itu kembali menunjukkan bahwa Polres Labuhanbatu tidak pernah berhenti memburu pelaku peredaran narkotika. Di saat sebagian masyarakat tertidur lelap, aparat tetap berjaga demi memastikan generasi muda terselamatkan dari ancaman barang haram yang merusak masa depan bangsa.(SGN/Bana)













































Discussion about this post