Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Proyek pembangunan jalan rabat beton di jalan poros yang menghubungkan Afdeling IV dan Afdeling V PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi (PDM) diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Pasalnya, proyek yang berlokasi di Desa Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu baru selesai dikerjakan namun kondisinya sudah mengalami kerusakan parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (10/02/2026), rabat beton dengan panjang diperkirakan lebih dari 100 meter tersebut tampak retak, terkelupas, dan hancur di sejumlah titik. Bahkan, pada beberapa bagian terlihat agregat batu terlepas dari ikatan semen, yang mengindikasikan lemahnya mutu beton dan rendahnya daya rekat material.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa volume maupun komposisi campuran semen tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya, sehingga kualitas beton jauh di bawah standar konstruksi.
“Belum lama selesai dikerjakan, tapi kondisinya sudah hancur. Kalau sesuai aturan dan spesifikasi, tidak mungkin secepat ini rusak. Lihat saja batunya terkelupas, pengendara motor bisa terpeleset, belum lagi besi-besinya sudah terlihat keluar,” ujar salah seorang pengendara yang mengaku warga sekitar.
Buruknya kualitas jalan ini diduga kuat berkaitan dengan adanya penyimpangan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan, yang disinyalir terjadi akibat lemahnya pengawasan dari manajemen PTPN IV Kebun Padang Matinggi. Padahal, proyek infrastruktur di lingkungan BUMN perkebunan tersebut menggunakan anggaran perusahaan yang pada hakikatnya merupakan bagian dari keuangan negara.
Atas temuan tersebut, Direksi PTPN IV diminta segera turun tangan dengan melakukan audit menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek di lapangan. Aparat penegak hukum juga diharapkan tidak tinggal diam agar tidak terjadi pembiaran terhadap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diterbitkan, Manajer PTPN IV Kebun Padang Matinggi, Suheri, belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait kondisi proyek rabat beton yang kini menuai sorotan publik.(SGN/Toba)













































Discussion about this post