Labusel, Sinarglobalnusantara.com-
Peredaran narkoba di Desa Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kian mengkhawatirkan. Warga menyebut aktivitas haram tersebut berlangsung terang-terangan, namun hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Seorang pria yang diduga sebagai pengedar, dikenal dengan inisial “Babah”, disebut-sebut menjadi sosok sentral dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Ironisnya, menurut warga, aktivitasnya terkesan tak tersentuh hukum.
“Sudah lama beroperasi, tapi sampai sekarang tidak pernah ditangkap. Kami jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?” ujar seorang warga dengan nada kecewa, Jumat (25/04).
Dampak dari maraknya narkoba ini mulai terasa nyata. Warga mengaku angka pencurian di kebun sawit meningkat, diduga dilakukan oleh pengguna narkoba yang membutuhkan uang untuk membeli barang haram tersebut.
“Kebun kami sering kehilangan buah sawit. Kami yakin ini ada kaitannya dengan narkoba. Orang jadi nekat demi beli barang itu,” ungkap Iwan, salah satu warga.
Tak hanya itu, kekhawatiran terbesar masyarakat adalah rusaknya generasi muda di desa mereka. Narkoba disebut telah menjangkiti kalangan remaja, menciptakan ketergantungan yang sulit dihentikan.
“Anak-anak muda sudah banyak yang terjerumus. Kalau dibiarkan, masa depan desa kami bisa hancur,” tambahnya sembari menunjuk rumah yang diduga tempat peredaran narkoba.
Warga pun mendesak Aparat Penegak Hukum khususnya Polsek Kampung Rakyat untuk segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang semakin memprihatinkan ini. Mereka berharap ada langkah nyata, bukan sekadar janji.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bilah Hilir AKP Ilham Lubis, S.H., menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang diterima.
“Terima kasih atas informasinya, akan kami tindaklanjuti,” ujarnya singkat.
Namun bagi warga, pernyataan tersebut belum cukup. Mereka menunggu bukti nyata di lapangan: penindakan tegas terhadap pelaku dan pemutusan rantai peredaran narkoba di desa mereka.
Jika tidak segera ditindak, bukan hanya keamanan yang terancam, tetapi juga masa depan generasi Desa Perlabian yang kini berada di ujung tanduk.(SGN/Bana)













































Discussion about this post