Bogor, Sinarglobalnusantara.com-
Ditengah hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan dan megahnya bangunan pusat pelayanan publik Kabupaten Bogor, ada sebuah kisah pilu yang nyaris tak terlihat. Hanya beberapa langkah dari Kantor Bupati Bogor, seorang perempuan muda bernama Putri tengah bertarung melawan penyakit mematikan yang perlahan menggerogoti tubuhnya.
Bukan sekadar sakit biasa. Putri divonis menderita kanker stadium 4B, stadium lanjut yang mengharuskannya menjalani pengobatan panjang, menyakitkan, dan menguras seluruh tenaga serta harapan keluarga.
Di rumah sederhananya di RT 05 RW 05 Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Putri menjalani hari-hari yang penuh ketidakpastian. Hingga kini, ia telah menjalani 12 kali kemoterapi. Setiap kali memasuki ruang perawatan, ia membawa satu harapan yang sama: bisa sembuh dan kembali menjalani kehidupan seperti orang lain.
Namun perjuangan Putri tidak hanya melawan kanker. Ia juga harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa tidak semua kebutuhan pengobatannya dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Sementara kondisi ekonomi keluarga terus terpuruk, biaya pengobatan yang harus dipenuhi justru semakin besar.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Putri mengungkapkan isi hatinya.
“Saya hanya ingin sembuh dan bisa kembali menjalani kehidupan seperti biasa. Saya sudah berusaha kuat menjalani semua proses pengobatan, tetapi biaya yang harus dikeluarkan semakin berat. Saya berharap ada perhatian dan bantuan agar saya bisa terus berobat dan berjuang melawan penyakit ini,” ucapnya lirih, Rabu (17/6/2026).
Di usia yang seharusnya masih dipenuhi mimpi dan harapan, Putri kini lebih sering bergelut dengan rasa sakit, obat-obatan, dan kecemasan tentang masa depan. Namun di balik semua itu, ia masih menyimpan keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli.
“Saya tidak meminta kemewahan. Saya hanya berharap diberi kesempatan untuk terus berobat dan memperjuangkan kesembuhan saya,” katanya.
Ketika Warga Berjuang Sendirian
Kisah Putri menjadi ironi yang sulit diabaikan. Di tengah pusat pemerintahan daerah yang setiap hari berbicara tentang pelayanan masyarakat, masih ada seorang warga yang harus berjuang keras demi mempertahankan hidupnya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yasin Sogir. Ia menegaskan bahwa penderitaan Putri harus menjadi panggilan kemanusiaan bagi semua pihak.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, para dermawan, dunia usaha, dan terutama Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bersama-sama membantu saudari Putri yang saat ini sedang berjuang melawan kanker stadium 4B. Ini bukan hanya persoalan satu keluarga, tetapi persoalan kemanusiaan yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, tidak boleh ada warga yang kehilangan kesempatan mendapatkan pengobatan hanya karena keterbatasan biaya.
“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai ada warga yang berjuang sendirian menghadapi penyakit yang mengancam keselamatan jiwanya. Jika ada kebutuhan pengobatan yang belum tercover, mari kita carikan solusi bersama,” tegasnya.
Menunggu Uluran Tangan dan Kepedulian
Hari demi hari terus berjalan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga bagi Putri. Setiap jadwal pengobatan yang tertunda bisa berarti berkurangnya kesempatan untuk sembuh.
Kini, perempuan yang tinggal hanya sepelemparan batu dari Kantor Bupati Bogor itu masih menanti. Menanti perhatian, menanti kepedulian, dan menanti hadirnya negara untuk memastikan bahwa perjuangan hidup seorang warga tidak berhenti karena alasan biaya.
Di balik tubuh yang semakin lemah akibat kanker stadium 4B, Putri masih menyimpan harapan yang sederhana namun begitu besar nilainya: kesempatan untuk hidup.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukan hanya tentang pembangunan fisik yang terlihat megah, tetapi juga tentang seberapa cepat dan nyata negara hadir ketika warganya sedang berjuang antara hidup dan mati..(SGN/Yunarso)














































Discussion about this post