Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Pasca penetapan Daftar Calon Tetap (DCT)oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Simalungun, melalui keputusan Nomor 552 Tahun 2023 pada tanggal 03 November 2023 lalu,tentang Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Simalungun dalam pemilihan umum tahun 2024 yang akan berlangsung 14 Februari 2024 mendatang,ada salah satu Daerah Pemilihan (Dapil) yang menjadi pusat perhatian masyarakat Simalungun yakni Dapil 5 Simalungun.
Dapil ini juga banyak diperbincangkan beberapa kalangan,baik itu para pengamat, para tokoh masyarakat, para tokoh agama,serta kalangan masyarakat biasa di Kabupaten Simalungun khususnya warga Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Hatonduhan, Kecamatan Huta Bayu Raja,dan Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi yang tercakup di wilayah Dapil 5 Simalungun.
Apalagi baru baru ini beredar Surat salinan Keputusan KPU Simalungun tentang perubahan DCT di Dapil 5 Simalungun yang mencoret salah satu Calon dari Partai PDI Perjuangan atas nama Jekson Martua Hutahean.SE,dimana sebelumnya banyak memprediksi Nama tersebut akan melenggang menduduki salah satu kursi DPRD Simalungun.
Belakangan,sebahagian orang menyatakan Dapil 5 merupakan Dapil terseksi dari Dapil lain, karena para pemainnya banyak diisi para kaum milenial dan para tokoh muda,namun ada juga mengatakan bahwa Dapil 5 merupakan Dapil neraka buat para Caleg yang ikut bertanding.alasannya disebut Dapil Neraka karena jika dilihat dari DCT, para Caleg yang ikut bertanding memperebutkan 7 Kursi dari Dapil 5 didalamnya banyak Caleg yang berlatar belakang pengusaha besar dengan istilah jaman sekarang disebut para sultan alias banyak uang, sehingga kuat dugaan para calon akan menggunakan segala aspek kemampuannya untuk menyingkirkan lawan lawannya.
Salah satu penggiat media sosial di Simalungun Susilo Atmaja Purba Tambak atau kerap disapa Purba Blankon mengatakan Dapil 5 dinilai Dapil Neraka atau Dapil terseksi tentu ada sebapnya,”Ya itu sih sah sah saja, tentu ada beberapa alasan dikatakan begitu,jika menurut hemat saya dengan melihat para Caleg yang ikut memperebutkan kursi panas di DPRD Simalungun yang berlatar belakang pengusaha,maka kemungkinan besar akan menggunakan segala aspek kemampuannya tanda kutip money untuk memenangkan diri masing masing.Bahkan informasi yang beredar ada yang sudah menyiapkan anggaran sejumlah 4 Milyar agar bisa menduduki kursi DPRD Simalungun,ada juga bermain agak hemat dengan menyiapkan 2 hingga 3 Milyar,kita belum bisa pastikan anggaran 2 hingga 4 milyaran itu hanya untuk sosialisasi atau untuk keperluan lainnya, namun angka 2 hingga 4 milyar ini sudah sering diperbincangkan dimana-mana”tandasnya pada hari Selasa (09/01/2024) di Kota Pematangsiantar.
“Akan tetapi jika isu 4 Miliar benar hanya untuk dana kampanye dan sosialisasi tentu sudah berlebihan, jika hanya untuk mendapatkan kursi di DPRD setingkat Kabupaten menghabiskan 4 Miliar tentu demokrasi kita buruk dan bisa rusak, bahkan nantinya bisa menghasilkan pejabat yang korup karena sudah jelas potensnya mengarah ke money politik,yang lebih naasnya harapan bagi orang orang yang memiliki kemampuan dan kredibilitas dengan berniat membangun Simalungun akan pupus karena tidak memiliki finansial lebih, maka itulah mungkin salah satu alasannya disebut Dapil Neraka,”ungkapnya
Lebih lanjut Menurutnya ,Ending sebutan Dapil neraka pun makin menguat dengan berpindahnya salah satu Caleg petahana “Sebutan Dapil neraka pun makin trending sih kita dengar, apalagi masyarakat sudah mengetahui bahwa salah satu Calon yang sebelumnya sudah duduk di DPRD Simalungun bapak Irwansyah Purba kini malah pindah Dapil, padahalkan kita tahu dana dana aspirasinya selama ini di salurkan sekitar Dapil 5,yang pastinya kita tahu beliau itu sudah banyak berbuat di Kampung halamannya di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi,nah ini beliau pindah ke Dapil 3 Simalungun,terlepas perpindahan beliau apakah ada kaitan dengan informasi ada Caleg siapkan hingga 4 miliar untuk modal pemenangan tentu tidak bisa kita buktikan namun yang jelas pak Irwansyah Purba kita lihat pindah Dapil yang notabene sudah banyak berbuat di Dapil 5 Simalungun, tentu ilmu logika berfikir ini ada kaitannya dengan dugaan money politik 4 Miliar”, tandasnya.
Situasi seperti ini kita sih berharap masyarakat lebih cerdas dalam memilih wakilnya di legislatif,
Mari kita belajar dan melihat pemilihan sebelumnya ,kala itu banyak putra putri dari Simalungun khususnya Dapil 5 yang ikut dalam pileg 2019,bahkan beberapa tokoh yang sudah diakui kredibilitasnya pun ikut bertanding memperebutkan 7 kursi,namun hasilnya sama sama kita tahu bahwa yang duduk di DPRD Simalungun adalah orang orang yang memiliki finansial lebih, terlepas yang duduk saat ini apakah memang memiliki kredibilitas yang cukup mumpuni sehingga dipilih masyarakat dalam pemilihan sebelumnya,namun sangat jelas dari aspek ekonomi kita lihat mereka memang orang orang yang memiliki nilai finansial diatas rata rata, sehingga bisa kita asumsikan hanya orang orang yang memiliki finansial lebih yang berpotensi untuk menang dalam Pemilu.
“Kita sih berharap melalui pemilihan umum nantinya kita bisa memilih wakil rakyat dan para pemimpin yang betul betul berisi, berintegritas,jujur, menginspirasi serta bisa mengaktualisasikan diri dan berwawasan kedepan.Untuk mencari pemimpin seperti itu tentu hanya bisa kita dapatkan dengan Pemilu yang jujur dan adil.Sehingga kita pun berharap Penyelenggara Pemilu ada KPU Simalungun beserta Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Simalungun yang didalamnya ada Kejaksaan, Polres Simalungun,Bawaslu Simalungun,segera menyelidiki informasi dana pemenangan Caleg yang mencapai 2 hingga 4 Miliar, dimohon juga agar mengaudit dana kampanye para calon dan partai pengusung masing-masing calon, serta menyelidiki sumber dana yang akan dipergunakan .”tandasnya (SGN/Red/Lis)













































Discussion about this post