Banda Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 7 Banda Aceh berlangsung khidmat dan sarat pesan moral. Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Berakhlak Mulia di Era Digitalisasi”, kegiatan yang digelar Selasa (15/9/2026) tersebut diikuti ribuan jamaah yang terdiri atas siswa, guru, tenaga kependidikan, serta para undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada 121 anak yatim. Para penerima santunan berasal dari Gampong Geuceu Komplek serta keluarga besar SMA Negeri 7 Banda Aceh.
Penyerahan santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian keluarga besar SMAN 7 Banda Aceh sekaligus upaya menanamkan nilai berbagi dan kepedulian sosial kepada para peserta didik.
Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Drs. H. Ridwan Ibrahim, M.Pd. sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ridwan mengajak seluruh jamaah, khususnya siswa dan siswi, menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Para siswa diingatkan agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa, di antaranya memuliakan orang tua, senantiasa meminta doa dan restu orang tua, serta menjaga ibadah, terutama shalat.
“Pastikan Anda selalu mendirikan shalat, pastikan Anda membaca Al-Qur’an, dan pastikan setiap hari Anda bersedekah,” ujar Ridwan Ibrahim saat menutup tausiyahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh, Dra. Nuriati, M.Pd., mengajak seluruh siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum introspeksi sekaligus memperbaiki diri.
Menurut Nuriati, keteladanan Rasulullah SAW tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Ia juga mengingatkan para siswa agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat.
“Mohon anak-anak agar menggunakan media sosial itu untuk kepentingan yang positif. Jangan sampai media sosial ini justru membawa keburukan bagi kalian,” pesannya.
Usai tausiyah dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan khanduri Maulid dan makan bersama keluarga besar SMAN 7 Banda Aceh serta para undangan.
Suasana peringatan semakin semarak dengan penampilan Rapa’i Geleng serta lagu-lagu religi yang dibawakan siswa dan siswi SMAN 7 Banda Aceh.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 7 Banda Aceh pun tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat karakter peserta didik melalui keteladanan Rasulullah SAW, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post