Aceh Tengah, Sinarglobalnusantara.com-
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh memperkuat upaya pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah. Penguatan tersebut dilakukan tidak hanya melalui pembangunan sarana pendidikan, tetapi juga dengan memperluas akses perlindungan hukum dan layanan sosial bagi kelompok rentan.
Komitmen itu ditandai dengan peluncuran Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) ‘Aisyiyah, Day Care Lansia Renggali PDA Aceh Tengah, serta peresmian TK ABA Gegarang di Kecamatan Bintang, Minggu (13/9/2026).
Ketua PWA Aceh, Hj. Ashraf, SP, M.Si., bersama jajaran turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran tiga program itu diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan masyarakat sekaligus memastikan kelompok rentan tetap memperoleh akses terhadap layanan dasar di tengah proses pemulihan pascabencana.
TK ABA Gegarang, Menjaga Hak Pendidikan Anak
TK ABA Gegarang mulai dibangun pada April 2026 melalui program revitalisasi satuan pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Pembangunan tersebut rampung pada Agustus 2026.
Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang keberlanjutan pendidikan anak usia dini, khususnya bagi masyarakat di kawasan yang terdampak bencana.
Hj. Ashraf menegaskan, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas juga harus menjadi prioritas.
“Dengan berdirinya TK ABA Gegarang, kami berharap ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah terdampak bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan hak untuk belajar dan bermain di tempat yang layak, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter sekaligus menentukan kualitas generasi masa depan.
“Anak usia dini adalah generasi emas dan investasi peradaban. Di TK inilah karakter, akhlak, kemandirian, kreativitas, dan cinta tanah air mulai ditanamkan,” katanya.
Ia menegaskan, bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Mari kita pastikan tidak ada satu pun anak di Aceh yang tertinggal pendidikannya karena bencana,” tegasnya.
Perkuat Perlindungan bagi Kelompok Rentan
Selain sektor pendidikan, PWA Aceh juga memperkuat layanan sosial melalui Pos Bakum ‘Aisyiyah dan Day Care Lansia Renggali.
Pos Bakum ‘Aisyiyah diarahkan untuk membuka akses pendampingan dan bantuan hukum bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan dalam menghadapi persoalan hukum.
Sementara itu, Day Care Lansia Renggali PDA Aceh Tengah menjadi ruang layanan bagi warga lanjut usia dengan berbagai kegiatan yang mencakup pembinaan spiritual, aktivitas sosial, layanan kesehatan, serta penguatan silaturahmi.
Hj. Ashraf mengatakan, kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen ‘Aisyiyah untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
“Dari anak-anak usia dini, perempuan, hingga para lansia, semuanya harus kita rangkul. Membangun masyarakat tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga membutuhkan perlindungan sosial dan penguatan keluarga,” ujarnya.
Pemulihan Tidak Sekadar Membangun Kembali
PWA Aceh berharap keberadaan TK ABA Gegarang, Pos Bakum ‘Aisyiyah, dan Day Care Lansia Renggali dapat memberikan kontribusi nyata terhadap proses pemulihan masyarakat Aceh Tengah sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Bagi ‘Aisyiyah, pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali bangunan atau fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan harus memastikan layanan dasar tetap berjalan dan kelompok rentan tidak kehilangan akses terhadap pendidikan, perlindungan hukum, layanan sosial, serta dukungan keluarga dan komunitas.
“Semoga ini menjadi harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat. Kami titip TK ABA Gegarang kepada guru dan orang tua. Didiklah anak-anak dengan ilmu, iman, dan akhlak,” kata Hj. Ashraf.
Ia berharap keberadaan fasilitas pendidikan tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat Aceh.
“Insya Allah, dari ruang kelas kecil ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar untuk Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PWA Aceh, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah beserta jajaran, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Aceh Tengah beserta jajaran, kepala sekolah dan dewan guru, wali murid, serta tokoh masyarakat Kecamatan Bintang.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post