Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Pulau Simeulue bersiap menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Kehadiran pejabat tinggi pemerintah pusat itu dijadwalkan menjadi salah satu agenda penting dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) IV Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh.
Rakorwil IV tersebut akan berlangsung di Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada 24–26 Agustus 2026. Mendikdasmen Abdul Mu’ti dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama sekaligus membuka rangkaian kegiatan Rakorwil.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu diharapkan bukan sekadar kunjungan seremonial. Di tengah karakter Simeulue sebagai wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan pendidikan, kehadiran Menteri diharapkan menjadi angin segar bagi dunia pendidikan, sekaligus membuka ruang perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan pendidikan di daerah.
Kunjungan tersebut juga dijadwalkan dirangkaikan dengan Seminar Nasional PWM Aceh, yang menjadi bagian dari rangkaian Rakorwil IV Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Aceh.
Ketua Panitia Pelaksana, Hisqil Apandi, mengatakan rombongan Mendikdasmen dijadwalkan tiba di Sinabang pada Senin, 24 Agustus 2026, menggunakan penerbangan Wings Air dari Medan menuju Bandara Lasikin (LKI).
Setibanya di Simeulue, rombongan dijadwalkan mengikuti jamuan makan di Pendopo Bupati. Agenda kemudian berlanjut dengan kegiatan internal Majelis Dikdasmen yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional PWM Aceh dan pembukaan Rakorwil IV.
Pada malam harinya, rombongan dijadwalkan melaksanakan salat Magrib sekaligus mengikuti ceramah di Masjid Tgk. Khalilullah, sebelum melanjutkan agenda makan malam dan beristirahat di Hotel David.
Memasuki Selasa, 25 Agustus 2026, kegiatan akan dimulai sejak pagi. Rombongan dijadwalkan menuju Masjid At Taqwa Muhammadiyah Sinabang untuk melaksanakan salat Subuh dan mengikuti ceramah.
Setelah sarapan dan check-out dari hotel, agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke SD Plus Muhammadiyah Sinabang.
Di sekolah tersebut, Mendikdasmen dijadwalkan mengikuti peletakan batu pertama pembangunan 7 KAIH. Agenda ini menjadi salah satu bagian penting dari kunjungan yang diharapkan dapat memperkuat komitmen terhadap pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Simeulue.
Dari SD Plus Muhammadiyah Sinabang, rombongan kemudian dijadwalkan menuju SD Negeri 7 Simeulue Timur untuk meninjau proses rehabilitasi sekolah.
Kunjungan berlanjut ke SMK Negeri 1 Sinabang. Di sekolah tersebut, rombongan akan melakukan peninjauan sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi pendidikan di daerah kepulauan.
Tak hanya berkutat pada agenda pendidikan formal, kunjungan Mendikdasmen juga akan dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan. Rombongan dijadwalkan menghadiri kegiatan Maulid di Masjid Agung Tgk. Khalilullah sekaligus menyampaikan ceramah.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan dijadwalkan kembali menuju Bandara Lasikin. Proses boarding diperkirakan berlangsung sekitar pukul 12.15 WIB, kemudian penerbangan Wings Air menuju Medan dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.20–13.30 WIB.
“Rangkaian kunjungan kerja tersebut dijadwalkan berakhir pada Selasa siang,” ujar Hisqil Apandi.
Bukan Sekadar Seremoni
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Aceh, Iskandar Hasibuan, menegaskan bahwa keputusan membawa Rakorwil IV ke Simeulue memiliki harapan besar bagi kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu memberikan energi baru sekaligus motivasi bagi para insan pendidikan di Simeulue agar terus berkarya dan menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.
“Semoga kehadiran Bapak Menteri ini menjadi motivasi besar bagi insan pendidikan di Kabupaten Simeulue untuk berkarya lebih baik lagi. Kita berharap kunjungan ini juga membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Simeulue,” kata Iskandar Hasibuan.
Ia menilai, kehadiran pejabat pemerintah pusat di wilayah kepulauan seperti Simeulue semestinya tidak berhenti pada agenda seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut harus mampu menjadi jembatan untuk membawa suara dan kebutuhan pendidikan daerah ke tingkat nasional.
Rakorwil IV Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, lanjutnya, juga diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi internal Muhammadiyah, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, Muhammadiyah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Sebab, pendidikan tidak akan tumbuh kokoh jika hanya dipikul oleh satu tangan. Ia membutuhkan kolaborasi, ketekunan dan keberanian untuk terus melakukan pembenahan.
Dari Sinabang, sebuah harapan besar pun disematkan. Bahwa kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti tidak hanya meninggalkan jejak kunjungan di tanah “Ate Fulawan”, tetapi juga meninggalkan gagasan, semangat dan komitmen baru bagi masa depan pendidikan Simeulue.
Rakorwil boleh berakhir, rombongan boleh kembali meninggalkan pulau. Namun, semangat untuk menghadirkan pendidikan Aceh yang bermutu, berkemajuan dan merata diharapkan terus menyala—seperti cahaya yang tetap bertahan menerangi pulau di tengah luasnya samudra.(SGN/Rizki)












































Discussion about this post