Banda Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD 2 Muhammadiyah Kota Banda Aceh. Dalam ajang Bertutur Sejarah yang diselenggarakan Komunitas Seuramoe Heritage, Minggu (27/9/2026), salah seorang siswa sekolah tersebut berhasil meraih Juara 3.
Prestasi itu bukan sekadar tentang sebuah piala atau peringkat. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa sejarah masih memiliki tempat di hati generasi muda, ketika pengetahuan tidak hanya dibaca, tetapi juga dituturkan dengan keberanian dan kecintaan.
Ajang Bertutur Sejarah menjadi ruang bagi para peserta untuk mengenal, memahami, sekaligus menghidupkan kembali kisah perjalanan sejarah Aceh melalui kemampuan bertutur. Di tangan generasi muda, cerita masa lalu seakan kembali menemukan suaranya.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta keterampilan menyampaikan narasi sejarah secara menarik dan mudah dipahami.
Kepala SD 2 Muhammadiyah Kota Banda Aceh, Linda Handayani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih siswanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus menggali potensi.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan tentunya menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berani tampil, serta menggali pengetahuan tentang sejarah dan budaya Aceh,” ujar Linda Handayani.
Ia menilai kegiatan seperti Bertutur Sejarah memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan siswa. Selain melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan publik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah sejak usia dini.
Menurutnya, sejarah tidak semestinya berhenti sebagai tulisan yang tersimpan di dalam buku. Sejarah harus terus diceritakan agar tidak kehilangan jejak di tengah derasnya perubahan zaman.
“Sejarah tidak cukup hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga perlu diceritakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga semakin banyak anak-anak yang tertarik mengenal sejarah Aceh,” lanjutnya.
Keberhasilan siswa SD 2 Muhammadiyah Kota Banda Aceh meraih Juara 3 sekaligus memperlihatkan bahwa ruang belajar tidak selalu dibatasi oleh dinding kelas. Panggung, komunitas, dan kegiatan kebudayaan juga dapat menjadi sekolah kehidupan bagi anak-anak untuk membangun karakter, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap daerahnya.
Sebab, sejarah adalah jejak langkah masa lalu, sementara generasi muda adalah kaki yang akan membawanya menuju masa depan. Ketika anak-anak berani bertutur tentang sejarah, sesungguhnya mereka sedang ikut menjaga agar ingatan tentang Aceh tidak terhapus oleh zaman.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi siswa SD 2 Muhammadiyah Kota Banda Aceh untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar berani belajar, tampil, serta mengenal dan menceritakan kembali kekayaan sejarah dan budaya Aceh.
Karena sejarah yang diceritakan hari ini, bisa menjadi cahaya bagi generasi yang melangkah esok hari.(SGN/Bana)















































Discussion about this post