Aceh Tamiang, Sinarglobalnusantara.com-
Di tengah hamparan lahan pertanian yang berjuang kembali bangkit setelah diterpa bencana, harapan para petani Aceh Tamiang kini tertuju pada percepatan program bantuan pascabencana. Mereka tidak hanya membutuhkan janji pemulihan, tetapi juga langkah nyata agar roda pertanian kembali berputar.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, mendorong Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh agar segera mempercepat pelaksanaan program bantuan pascabencana Gelombang II bagi para petani di wilayah tersebut.
Dorongan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani yang hingga kini masih berupaya memulihkan lahan dan aktivitas pertaniannya akibat dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah.
Bagi petani, waktu adalah bagian dari kehidupan. Ketika musim tanam terus berjalan sementara lahan belum pulih, harapan pun bisa ikut mengering seperti tanah yang kehilangan air. Karena itu, kecepatan realisasi bantuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat kebangkitan sektor pertanian.
Prawira Haji menilai program bantuan pascabencana tidak boleh berhenti sebatas konsep dan administrasi. Bantuan tersebut harus segera bergerak dari meja perencanaan menuju tangan petani yang memang membutuhkan.
“Kami berharap BRMP Aceh dapat mempercepat proses eksekusi Gelombang II sehingga bantuan segera diterima oleh para petani yang benar-benar membutuhkan. Semakin cepat direalisasikan, semakin cepat pula petani dapat bangkit dan kembali berproduksi,” ujar Prawira Haji.
Menurutnya, percepatan program bukan hanya menyangkut persoalan bantuan, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Sebab ketika petani berhenti menanam, bukan hanya satu lahan yang kehilangan aktivitas. Rantai ekonomi ikut tersendat, dapur keluarga terancam kehilangan sumber penghasilan, dan ketahanan pangan daerah pun dapat ikut terganggu.
Karena itu, Prawira berharap BRMP Aceh memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Gelombang II. Percepatan, menurutnya, tetap harus dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran, transparansi, serta prosedur yang berlaku.
TMI Aceh Tamiang, kata Prawira, siap mendukung sekaligus mengawal pelaksanaan program agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tani.
“Kami siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani,” tegasnya.
Ia berharap tidak ada petani yang merasa berjalan sendirian menghadapi dampak bencana. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat hadir bukan hanya ketika bencana datang, tetapi juga ketika masyarakat mulai menyusun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.
Bencana mungkin dapat merobohkan tanaman, merusak lahan dan menghambat aktivitas pertanian. Namun semangat petani tidak boleh ikut tumbang.
Program bantuan pascabencana Gelombang II diharapkan mampu menjadi salah satu jembatan bagi petani untuk kembali mengolah lahan, meningkatkan produktivitas, serta membangun kembali perekonomian keluarga.
Di sisi lain, sinergi antara pemerintah, BRMP Aceh, organisasi petani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar menunggu musim berganti, melainkan mempercepat langkah agar lahan kembali hijau dan harapan kembali tumbuh.
Bagi para petani Aceh Tamiang, bantuan yang datang tepat waktu bukan sekadar angka dalam sebuah program. Ia adalah benih harapan yang ditanam hari ini agar esok dapat tumbuh menjadi kesejahteraan.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post