Pidie Jaya, Sinarglobalnusantara.com-
Harapan baru mengalir bagi masyarakat Gampong Dayah Leubeu, Kecamatan Ulim, setelah Universitas Syiah Kuala secara resmi menyerahkan instalasi pengolah air bersih bertenaga listrik surya pada Sabtu, 25 April 2026.
Program ini menjadi jawaban nyata atas krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut pascabencana Banjir Siklon Senyar 2025. Bencana tersebut sebelumnya telah merusak sumber air warga, memaksa masyarakat menggunakan air yang tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Kini, melalui teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan, air yang sebelumnya keruh dan tercemar dapat diolah menjadi air bersih yang aman digunakan. Instalasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat setempat.
Ketua pelaksana kegiatan, Zahrul Fuadi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian akademisi terhadap kebutuhan masyarakat pascabencana. Bersama tim yang terdiri dari Nasaruddin, Muhammad Syukri, dan Sofia, mereka menghadirkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Menariknya, proyek ini juga melibatkan kerja sama internasional dengan Universiti Sains Malaysia melalui partisipasi Sya’rawi Mohd Husni. Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa persoalan kemanusiaan dapat dijawab melalui sinergi global berbasis ilmu pengetahuan.
Warga setempat menyambut instalasi ini dengan antusias. Selain memudahkan akses air bersih, kehadiran teknologi ini juga diharapkan mampu menekan risiko penyakit yang selama ini mengintai akibat penggunaan air tercemar.
Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah strategis menuju kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya air. Ke depan, instalasi ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Dengan hadirnya inovasi ini, secercah optimisme kembali tumbuh di Pidie Jaya—bahwa dari bencana, lahir solusi yang membawa kehidupan lebih baik.(SGN/Rizki)













































Discussion about this post