Ambon, Sinarglobalnusantara.com-
Fajar baru saja menyentuh langit Ambon, Sabtu (25/4/2026), ketika keheningan menyelimuti Commonwealth War Graves Cemetery. Dalam suasana yang nyaris tanpa suara, para peserta berdiri tegap—menghormati mereka yang telah gugur demi sebuah sejarah panjang pengorbanan.
Mewakili Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Asisten Intelijen Dankodaeral IX Kolonel Laut (KH) Iwan Hariwanto hadir dalam Upacara Fajar peringatan Hari ANZAC ke-111. Kehadiran ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol penghormatan sekaligus komitmen menjaga hubungan erat dengan negara sahabat.
Hari ANZAC sendiri menjadi momen penting untuk mengenang keberanian prajurit Australia dan Selandia Baru, khususnya dalam peristiwa bersejarah Pendaratan Gallipoli—sebuah pertempuran yang menjadi tonggak identitas nasional kedua negara tersebut.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat. Dimulai dari penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, hingga mengheningkan cipta. Setiap prosesi terasa sarat makna, seakan membawa kembali ingatan pada masa-masa penuh perjuangan.
Tidak hanya dihadiri unsur TNI-Polri, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pemerintah daerah serta delegasi resmi dari Australia dan Selandia Baru. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa sejarah, meski lahir dari konflik, mampu menjembatani persahabatan lintas bangsa.
Di balik sunyinya fajar Ambon, tersimpan pesan yang kuat: perdamaian adalah warisan yang harus dijaga bersama. Momentum ini mengingatkan bahwa stabilitas kawasan dan hubungan antarnegara bukan sesuatu yang hadir begitu saja, melainkan hasil dari pengorbanan yang tak ternilai.(SGN/Fred)













































Discussion about this post