Labuhanbatu, Sinarglobalnusantara.com-
Peredaran narkoba di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, disebut-sebut kian tak terkendali. Warga mengaku resah karena praktik jual beli barang haram itu berlangsung terang-terangan dan semakin merusak generasi muda.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi di desanya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ia menyebut, dengan uang Rp50 ribu saja, seseorang sudah bisa mendapatkan narkoba.
“Sekarang ini sudah parah kali, bang. Uang Rp50 ribu aja sudah bisa beli narkoba. Kami sangat prihatin,” ujarnya, Minggu (20/04).
Tak hanya itu, peredaran narkoba di wilayah tersebut juga disebut semakin bebas, bahkan diduga dilakukan secara sistematis. Warga menilai kondisi ini seolah luput dari penindakan aparat penegak hukum.
“Pergerakannya seperti bebas kali. Kami heran juga kenapa seperti tidak tersentuh. Padahal sudah banyak anak muda di sini yang jadi korban,” tambahnya.
Lebih mencengangkan lagi, menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, transaksi narkoba di wilayah itu bahkan bisa dilakukan dengan sistem utang. Hal ini dinilai semakin memperparah situasi dan memperluas jerat ketergantungan di kalangan pengguna.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Bilah Hilir, untuk segera mengambil langkah tegas dan nyata dalam memberantas peredaran narkoba.
“Kami minta polisi benar-benar turun tangan. Jangan sampai generasi kami hancur karena narkoba,” tegas warga.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bilah Hilir, AKP Armen Faisal, menyatakan pihaknya tetap berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
“Terima kasih atas informasinya. Kami tetap berkomitmen untuk memberantas habis narkoba di wilayah hukum Polsek Bilah Hilir. Kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujarnya.
Situasi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Tanpa tindakan tegas dan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, peredaran narkoba dikhawatirkan akan semakin meluas dan menghancurkan masa depan generasi muda di daerah tersebut.(SGN/Bana)













































Discussion about this post