Labusel, Sinarglobalnusantara.com-
Kematian seorang ibu rumah tangga (IRT) muda berinisial HP (24) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga. Awalnya disebut meninggal karena sakit kepala, namun sejumlah kejanggalan pada tubuh korban membuat keluarga curiga hingga akhirnya kasus ini kini ditangani serius oleh Polres Labuhanbatu Selatan.
Korban diketahui meninggal dunia pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 WIB di Perumahan Karyawan PTPN IV Regional I Kebun Bukit Tujuh, Dusun PN 3, Desa Bukit Tujuh, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga korban melalui pesan WhatsApp dari suami korban yang menyebutkan HP meninggal dunia akibat sakit kepala.
Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga meminta agar jenazah korban dipulangkan ke kampung halaman di Dusun Tangkahan Bosi, Desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sekitar pukul 22.00 WIB di hari yang sama, jenazah korban tiba di rumah duka menggunakan mobil ambulans.
Namun, saat keluarga membuka kain penutup wajah korban, mereka mendapati kondisi jenazah telah dimandikan dan mengenakan pakaian bersih. Di balik itu, keluarga justru menemukan kejanggalan berupa memar kebiruan di bagian leher serta pembengkakan pada mata kanan korban yang diduga menyerupai bekas jeratan.
Kecurigaan pun muncul. Merasa ada yang tidak beres, pihak keluarga kemudian berkonsultasi dengan seorang anggota kepolisian dan disarankan untuk membuat laporan resmi. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Labuhanbatu Selatan dengan melakukan penyelidikan mendalam.
Sebagai bagian dari proses penyidikan, polisi akhirnya melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam terhadap jenazah korban pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di pemakaman keluarga di Dusun Tangkahan Bosi, Desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Proses ekshumasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan melibatkan tim dokter forensik. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penggalian makam, pengangkatan peti dari liang lahat menuju tenda pemeriksaan, hingga pelaksanaan autopsi untuk kepentingan pembuktian medis.
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Berdasarkan kesepakatan bersama, jenazah selanjutnya dibawa oleh ibu korban untuk dimakamkan kembali di kampung halaman keluarga di Dusun Cinta Karya, Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu Selatan Aditya S. P. Sembiring menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap secara terang penyebab pasti kematian korban.
“Polres Labuhanbatu Selatan akan menangani perkara ini secara serius dan profesional. Ekshumasi dilakukan guna memperoleh bukti medis melalui hasil visum dan autopsi dari tim dokter forensik,” ujarnya.
Saat ini, Satreskrim masih menunggu hasil visum ekshumasi dari tim dokter forensik. Polisi juga akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Sementara itu, identitas pihak yang diduga terlibat masih dalam tahap penyelidikan.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena meninggalnya seorang ibu muda yang meninggalkan tiga orang anak. Publik kini menanti hasil penyelidikan kepolisian untuk mengungkap kebenaran di balik kematian HP, sekaligus memastikan apakah ada unsur tindak pidana di balik peristiwa tragis tersebut.(SGN/Bana)













































Discussion about this post