Labuhanbatu, Sinarglobalnusantara.com-
Teror misterius terjadi di kawasan Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Sebuah rumah milik warga bernama Kwan Katjoan alias Sahlan (67) disiram oli kotor oleh orang tak dikenal (OTK) pada dini hari, Sabtu (7/3/2026). Peristiwa ini menimbulkan dugaan kuat adanya unsur intimidasi.
Informasi dihimpun, korban baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 06.00 WIB ketika terbangun dari tidur dan melihat halaman rumah hingga pintu depan dipenuhi ceceran oli hitam pekat. Pemandangan itu membuatnya terkejut sekaligus bertanya-tanya siapa pelaku di balik aksi kotor tersebut.
“Saya kaget melihat halaman rumah sudah dipenuhi oli kotor sampai ke pintu. Setelah itu saya cek CCTV,” ujar Sahlan saat memberikan keterangan di Kepolisian Resor Labuhanbatu.
Dari rekaman kamera pengawas, terlihat dua pria mengendarai sepeda motor datang sekitar pukul 03.20 WIB. Tanpa ragu, keduanya menyiramkan oli kotor ke halaman rumah korban sebelum kemudian melarikan diri.
Rekaman tersebut kini menjadi bukti penting bagi aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku. Sahlan mengaku tidak memiliki musuh pribadi dan memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
“Kalau musuh saya tidak ada. Saya hanya bekerja seperti biasa. Jadi saya tidak mau berasumsi siapa pelakunya, biarlah polisi yang mengungkapnya,” ujarnya.
Namun, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa lain yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Keluarga Sahlan diketahui baru saja melaporkan seorang pengusaha minyak makan di daerah tersebut atas dugaan tindak pidana asusila.
Kasus itu bermula ketika seorang warga bernama Isnah Aminah (58) menegur aktivitas bongkar muat usaha minyak makan yang dinilai mengotori pagar dan halaman rumahnya. Alih-alih merespons dengan baik, terlapor justru diduga menantang korban dengan membuka celananya di depan umum.
Aksi tak senonoh tersebut bahkan terekam video dan sempat diucapkan kalimat bernada menantang. “Lapor saja ke polisi. Apa salah membuka celana,” ujar terlapor dalam rekaman video yang beredar.
Merasa dilecehkan, korban kemudian membuat laporan resmi ke Kepolisian Resor Labuhanbatu dengan dugaan tindak pidana asusila. Kapolres Labuhanbatu melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membenarkan laporan tersebut telah diterima dan sedang diproses.
Rentetan kejadian ini memunculkan dugaan bahwa aksi penyiraman oli kotor bisa saja merupakan bentuk teror atau intimidasi terhadap pihak yang melaporkan kasus tersebut.
Kini publik menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan apakah ada keterkaitan antara dua peristiwa yang terjadi di lingkungan yang sama itu.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor yang merupakan pengusaha minyak makan di Labuhanbatu belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan konflik warga yang berujung pada dugaan aksi teror. Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya dan memastikan keamanan warga tetap terjaga.(SGN/Bana)













































Discussion about this post