Medan, sinarglobalnusantara.com-
Kota Medan sebagai pusat urban dan budaya di Sumatera Utara menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan kota ini. Salah satu bangunan yang kaya nilai sejarah dan arsitektur adalah Masjid Jami’ yang juga dikenal sebagai Masjid Merah. Terletak strategis di Jalan Sei Deli, dekat dengan Sungai Deli, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga cerminan keberagaman budaya serta perjalanan panjang sejarah Kota Medan.
Dari berbagai keterangan sumber pada Kamis (19/02/2026) Masjid Jami’ dibangun pada tahun 1909 oleh arsitek Belanda, Theodoor van Erp, yang juga dikenal terlibat dalam proyek arsitektur penting pada masa kolonial di Hindia Belanda. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan unsur Timur Tengah, India, dan Spanyol, menciptakan bangunan yang unik dan memikat. Dinding masjid yang didominasi warna merah menjadi ciri khas yang membedakannya dari masjid-masjid lain di Indonesia, sehingga masyarakat setempat menjulukinya “Masjid Merah”.
Masjid ini memiliki kubah besar di tengah bangunan yang dikelilingi menara-menara kecil, menambah keindahan serta kesan megah. Ornamen kaligrafi dan motif geometris menghiasi bagian interior, menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan bagi para jamaah yang beribadah.
Lokasinya yang berada di dekat Sungai Deli memiliki makna historis tersendiri. Pada masa lalu, Sungai Deli merupakan jalur transportasi utama dan pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Keberadaan masjid di tepi sungai memudahkan pedagang dan musafir untuk menunaikan ibadah saat singgah di Medan. Selain nilai fungsional, lokasi ini juga menghadirkan panorama alami yang menambah daya tarik bangunan bersejarah tersebut.
Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid Jami’ tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Pada masa perjuangan kemerdekaan, masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang untuk menyusun strategi melawan penjajah.
Hingga kini, Masjid Jami’ tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan yang penting di Kota Medan. Setiap hari, ratusan jamaah melaksanakan salat dan mengikuti berbagai kegiatan keislaman. Selain itu, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Medan.
Sebagai salah satu ikon kota, Masjid Jami’ atau Masjid Merah merupakan warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan arsitektur. Keberadaannya di tepi Sungai Deli menjadi saksi perjalanan panjang Kota Medan dan patut terus dilestarikan bagi generasi mendatang.(SGN/ARS)













































Discussion about this post