Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Keluhan masyarakat terkait dugaan aktivitas balap liar di kawasan Nagori Pematang Gajing, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, langsung mendapat respons dari jajaran Polsek Gunung Malela.
Tak ingin keresahan warga berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kepolisian bergerak melakukan patroli serta pengecekan langsung ke sejumlah titik yang diinformasikan masyarakat.
Patroli dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB hingga selesai. Langkah tersebut dilakukan menyusul informasi yang sebelumnya diberitakan media online mengenai dugaan aktivitas balap liar di kawasan Gajing yang disebut-sebut turut dikaitkan dengan dugaan aktivitas taruhan.
Namun, informasi tersebut masih sebatas laporan atau informasi awal yang menjadi perhatian kepolisian. Saat petugas melakukan pengecekan langsung di lapangan, aktivitas sebagaimana yang diinformasikan tidak ditemukan.
Merespons informasi tersebut, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., memerintahkan personel melakukan pengecekan sebagai bentuk respons cepat terhadap keresahan masyarakat.
Patroli dipimpin Pawas IPTU R. Junaidi bersama AIPDA R. Simangunkalit, AIPDA Indo. S., dan Brigadir Dedi S. Personel menyisir sejumlah titik guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Polisi Turun Tengah Malam, Balap Liar Tak Ditemukan
Saat dikonfirmasi pada Senin, 7 September 2026, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan mengatakan informasi dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya kepolisian melakukan pencegahan gangguan kamtibmas.
“Begitu mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan aktivitas balap liar yang meresahkan masyarakat, kami langsung menindaklanjutinya dengan menerjunkan personel untuk melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi,” ujarnya.
Hasil pemantauan di lapangan, lanjut Hengky, tidak ditemukan aktivitas balap liar ketika personel tiba di lokasi.
“Setelah dilakukan pengecekan langsung di lokasi, saat personel tiba tidak ditemukan adanya aktivitas balap liar di sekitar Nagori Pematang Gajing. Namun demikian, patroli dan pemantauan tetap kami lakukan sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Meski tidak menemukan aktivitas balap liar saat pengecekan, kepolisian tetap memandang informasi masyarakat sebagai alarm yang perlu ditindaklanjuti.
Bagi kepolisian, patroli bukan semata-mata dilakukan setelah gangguan terjadi. Kehadiran personel di lokasi yang dinilai rawan merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Warga Diajak Jadi Mata dan Telinga Kamtibmas
Dalam kegiatan tersebut, personel juga berkomunikasi dengan masyarakat serta menyampaikan imbauan agar bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Kalangan anak muda turut diingatkan agar tidak melakukan balap liar maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, membahayakan keselamatan diri sendiri, maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau kepada anak-anak muda agar tidak melakukan balap liar. Selain membahayakan keselamatan, kegiatan tersebut juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Kami meminta warga segera melapor apabila kembali melihat adanya aktivitas balap liar,” tegas AKP Hengky.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga situasi kamtibmas. Informasi yang disampaikan warga dapat menjadi alarm awal bagi kepolisian untuk mengambil langkah pencegahan.
Polisi pun mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan informasi dari masyarakat. Mari bersama-sama menjaga Nagori Pematang Gajing agar tetap aman, nyaman dan kondusif,” kata Hengky.
Patroli Preventif Akan Terus Ditingkatkan
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Polsek Gunung Malela dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukumnya.
Kepolisian tidak hanya menunggu gangguan terjadi untuk kemudian bertindak. Patroli, pemantauan, komunikasi dengan masyarakat, hingga pemberian imbauan menjadi bagian dari upaya memutus potensi gangguan sejak dini.
Hasil kegiatan menunjukkan situasi di wilayah Nagori Pematang Gajing saat patroli berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan aktivitas balap liar sebagaimana informasi yang sebelumnya diterima.
Meski demikian, Kapolsek menegaskan patroli akan terus ditingkatkan, terutama di lokasi dan waktu yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
“Ini merupakan bentuk nyata Polri hadir untuk masyarakat. Setiap informasi maupun keluhan masyarakat menjadi perhatian kami dan akan kami tindak lanjuti sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Respons cepat tersebut menjadi pesan bahwa keresahan masyarakat tidak semestinya berhenti sebagai kabar yang berembus di tengah warga. Ketika sebuah informasi disampaikan dan langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan, potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Polri hadir bukan hanya ketika situasi sudah gaduh, tetapi juga ketika sebuah keresahan baru menjadi alarm.
Melalui langkah tersebut, Polsek Gunung Malela menunjukkan komitmennya menjaga kamtibmas dengan mengedepankan respons cepat, pencegahan, komunikasi, serta kehadiran personel di tengah masyarakat.
Versi ini sengaja mempertahankan fakta kunci bahwa patroli dilakukan dan balap liar tidak ditemukan saat petugas berada di lokasi, sehingga pemberitaan tetap kritis terhadap informasi awal tetapi tidak mengubah dugaan menjadi fakta.(SGN/TIM)














































Discussion about this post