Aceh Tamiang, Sinarglobalnusantara.com-
Gelombang semangat dari akar rumput mulai bergerak. Di tengah tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks, ribuan petani yang tergabung dalam Pasukan Tani Merdeka Indonesia (PTMI) Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan keseriusannya dengan menggelar konsolidasi besar-besaran menjelang pelantikan Koordinator Desa (Kordes) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Kelompok Tani.
Bukan sekadar rapat organisasi biasa, konsolidasi ini menjadi ajang penyatuan kekuatan para petani yang siap menjadi garda terdepan dalam mengawal program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Atmosfer penuh semangat terlihat saat para perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan berkumpul dalam satu tekad: memastikan suara petani tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan pangan Indonesia.
Dari Sawah ke Garis Depan Ketahanan Pangan
Dengan mengusung slogan “Siap Tempur”, Pasukan Tani Merdeka Aceh Tamiang menegaskan bahwa perjuangan mereka bukanlah tentang perlawanan fisik, melainkan pertempuran melawan ancaman krisis pangan, rendahnya produktivitas, hingga berbagai hambatan yang selama ini membelenggu sektor pertanian.
“Kami sedang membangun pasukan pangan. Pasukan yang siap bekerja, siap berjuang, dan siap memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada petani,” ujar salah satu pengurus dalam konsolidasi tersebut.
Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PTMI Aceh Tamiang menyebutkan bahwa pelantikan mendatang diproyeksikan akan dihadiri lebih dari 2.000 petani dan pejuang pangan dari berbagai wilayah.
“Ini bukan hanya soal pelantikan. Ini adalah momentum kebangkitan petani Aceh Tamiang. Kami ingin memastikan seluruh struktur organisasi bergerak dalam satu komando demi memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Bangun Jaringan hingga Tingkat Desa
Salah satu fokus utama PTMI adalah membangun jaringan organisasi yang kuat hingga ke tingkat desa. Melalui Kordes dan Korcam, berbagai persoalan petani diharapkan dapat lebih cepat tersampaikan, sekaligus mempercepat distribusi bantuan, edukasi, dan sarana produksi pertanian.
Langkah ini dinilai penting karena selama ini banyak petani mengeluhkan panjangnya jalur birokrasi yang membuat berbagai program pemerintah tidak berjalan maksimal di lapangan.
Dengan struktur yang lebih solid, PTMI ingin menjadi jembatan antara petani dan pemerintah, sekaligus memastikan kebijakan pertanian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Aceh Tamiang Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Pangan Nasional
Sebagai daerah yang memiliki potensi agraris besar, Aceh Tamiang diyakini mampu menjadi salah satu penyangga pangan strategis di wilayah Aceh. Lahan pertanian yang luas dan sumber daya petani yang melimpah menjadi modal penting untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Melalui gerakan Pasukan Tani Merdeka, para petani berkomitmen meningkatkan produksi padi dan komoditas unggulan lainnya, mengoptimalkan lahan yang belum produktif, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern.
“Kami siap bertempur melawan krisis pangan. Kami siap meningkatkan produksi. Dan kami siap mengawal kebijakan Presiden agar benar-benar memberi manfaat bagi petani,” tegas seorang tokoh Korcam yang hadir disambut tepuk tangan peserta.
Pelantikan Akbar Segera Digelar
Usai konsolidasi, PTMI Aceh Tamiang akan menggelar pelantikan akbar yang direncanakan menghadirkan pengurus pusat, pengurus provinsi, unsur Forkopimda, serta ribuan petani dari berbagai kecamatan.
Pelantikan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda organisasi petani terbesar di Aceh Tamiang tahun ini sekaligus penanda lahirnya kekuatan baru dari desa untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Di saat banyak pihak berbicara tentang krisis pangan, para petani Aceh Tamiang memilih bergerak. Dari hamparan sawah hingga pelosok desa, mereka kini menyatukan langkah dalam satu misi besar: menjaga pangan, menjaga negeri.(SGN/Rizki)












































Discussion about this post