Asahan, Sinarglobalnusantara.com-
Merah Putih kembali berkibar di langit Bandar Pasir Mandoge. Di bawah terik matahari yang seakan menjadi saksi perjalanan panjang bangsa, masyarakat bersama unsur pemerintahan, pelajar, TNI-Polri, perusahaan, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen lainnya larut dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Lapangan Bola Desa Bandar Pasir Mandoge pagi itu bukan sekadar menjadi tempat berdirinya barisan peserta upacara. Lapangan tersebut seolah berubah menjadi panggung kebangsaan, tempat semangat perjuangan, persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air kembali dikobarkan.
Upacara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung tertib serta penuh khidmat. Dentuman semangat kemerdekaan semakin terasa dengan iringan pawai, penampilan Marsimben dari SDN 010113, serta aksi baris-berbaris dan yel-yel penuh energi dari 28 personel Batalyon TP 954/Naga Berkisar Tomoan Holbung.
Semangat para peserta seolah menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang jatuh dari langit, melainkan buah dari perjuangan panjang yang dibayar dengan pengorbanan, keringat, bahkan darah para pendahulu bangsa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Camat Bandar Pasir Mandoge, Micam Sitorus, S.H., memimpin jalannya upacara. Sementara itu, Paskibraka gabungan SMAN 1 dan SMKN 1 Bandar Pasir Mandoge dipercaya mengemban tugas sakral mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Ketika kain Merah Putih perlahan menembus angkasa, suasana lapangan seakan membeku dalam penghormatan. Setiap pasang mata tertuju kepada bendera yang menjadi simbol harga diri bangsa tersebut.
Merah adalah keberanian, putih adalah kesucian. Keduanya berpadu menjadi satu warna kebangsaan yang mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan oleh satu golongan, melainkan oleh keberanian dan persatuan seluruh rakyatnya.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bandar Pasir Mandoge turut hadir, di antaranya Kapolsek AKP Tona Simanjuntak dan Danramil-14 yang diwakili Serma Pandopotan Marpatung.
Hadir pula para siswa tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK, Ketua MUI, Kepala KUA yang sekaligus memimpin pembacaan doa, perwakilan perusahaan BUMN maupun swasta, termasuk PT Aren Pratama yang diwakili Rianto, serta para ketua organisasi masyarakat dan OKP setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk menyatukan langkah. Ibarat lidi yang sendiri mudah dipatahkan, tetapi ketika diikat menjadi satu, ia menjadi kuat dan sulit untuk dipatahkan.
Dari unsur legislatif, Anggota DPRD Kabupaten Asahan Komisi A Fraksi PAN, Andi Parulian Sitorus, turut hadir dan membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembacaan Proklamasi menjadi salah satu momen penting yang mengingatkan kembali bahwa 81 tahun perjalanan bangsa bukanlah perjalanan yang selalu mulus. Ada jalan terjal yang pernah dilalui, ada air mata yang pernah jatuh, dan ada pengorbanan yang tidak boleh dilupakan.
Usai seluruh rangkaian upacara, pembubaran barisan dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Micam Sitorus, S.H., sekitar pukul 10.35 WIB.
Namun, semangat perayaan belum berakhir. Kemeriahan dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa-siswi sekolah di Bandar Pasir Mandoge serta pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan yang sebelumnya digelar panitia kecamatan.
Panitia kegiatan dipimpin Sekcam Suriya Kandi bersama jajaran panitia yang telah mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Rangkaian peringatan kemerdekaan dijadwalkan terus berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan agenda penurunan Bendera Merah Putih sekitar pukul 16.00 WIB.
Bagi masyarakat Bandar Pasir Mandoge, kemerdekaan bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun. Ia adalah api yang harus terus dijaga agar tidak padam, semangat yang harus diwariskan kepada generasi muda, dan amanah yang harus dirawat bersama.
Sebab, kemerdekaan tanpa persatuan hanyalah bendera tanpa tiang; terlihat berkibar, tetapi kehilangan kekuatan untuk berdiri.
Momentum HUT ke-81 RI ini pun menjadi pengingat bahwa tugas mengisi kemerdekaan tidak berhenti ketika upacara selesai. Justru setelah barisan dibubarkan, perjuangan baru dimulai—melalui kerja keras, persatuan, kepedulian, dan kontribusi nyata untuk membangun daerah dan bangsa.
Merah Putih telah berkibar. Kini, semangatnya harus tetap hidup di dada setiap anak bangsa. (SGN/ARS)













































Discussion about this post