Aceh Tengah, Sinarglobalnusantara.com-
Di tengah berbagai perbedaan pandangan mengenai penanganan Jalan dan Jembatan Enang-Enang pascabencana, Satgas Galapana DPR RI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat kolaborasi dalam mengawal pembangunan infrastruktur permanen yang dinilai lebih strategis bagi masa depan Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Koordinator Posko Galapana Satgas DPR RI Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Januar Effendi, S.IP., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memulihkan akses yang terdampak bencana, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan daerah dalam jangka panjang.
Menurutnya, masyarakat perlu memberikan kesempatan kepada Pelaksana Tugas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, beserta jajaran BPJN Aceh untuk menuntaskan amanah pembangunan yang diberikan oleh Kementerian PUPR.
“Sebagai putra Aceh, beliau tentu memahami pentingnya konektivitas jalan nasional bagi kemajuan daerah. Yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan, sinergi, dan pengawasan yang konstruktif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Januar dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pascabencana BPJN Aceh bersama Kementerian PUPR dan Satgas Galapana DPR RI telah turun langsung meninjau kondisi Jalan dan Jembatan Enang-Enang. Peninjauan tersebut, kata dia, menjadi langkah awal dalam menyusun solusi permanen yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan darurat, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan, ketahanan infrastruktur, serta kebutuhan transportasi di masa depan.
Januar menilai pembangunan jalan nasional di kawasan Aceh Tengah dan Bener Meriah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi besar melalui komoditas kopi Gayo yang telah dikenal hingga pasar internasional.
“Kalau akses jalan semakin baik dan mampu dilalui kendaraan logistik maupun kontainer, distribusi hasil perkebunan akan lebih efisien. Dampaknya bukan hanya pada biaya angkut yang lebih rendah, tetapi juga meningkatkan daya saing kopi Gayo di pasar dunia,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam peninjauan lapangan muncul sejumlah alternatif yang masih perlu dikaji, seperti penataan trase jalan, pembukaan jalur baru dari sisi yang lebih aman, hingga pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.
Selain itu, Satgas Galapana DPR RI, lanjutnya, telah menjalin komunikasi dengan Menteri PUPR terkait percepatan pembangunan ruas strategis Aceh Tengah–Bener Meriah. Menurut Januar, pemerintah pusat memberikan respons positif untuk mencari solusi terbaik bagi pembangunan infrastruktur tersebut.
Meski berbagai masukan dan kritik terus berkembang di tengah masyarakat, Januar mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengedepankan kepentingan bersama.
“Kritik tentu merupakan bagian dari pengawasan publik. Namun akan lebih bermanfaat apabila disertai solusi dan semangat membangun. Saat ini yang dibutuhkan adalah kebersamaan agar pembangunan Jalan dan Jembatan Enang-Enang dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Kementerian PUPR, BPJN Aceh, pemerintah daerah, DPR RI, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur permanen di ruas strategis Aceh Tengah–Bener Meriah dapat segera terwujud.
Menurutnya, pembangunan tersebut bukan hanya untuk mengatasi dampak bencana, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan Aceh di masa mendatang.(SGN/Rizki)














































Discussion about this post