Simalungun, Sinarglobalnusantara.com-
Suasana haru, bangga, dan penuh kegembiraan mewarnai acara Pelepasan Siswa dan Pentas Seni PAUD Melati Buntu Turunan (Buntur) Angkatan XVI Tahun Ajaran 2025-2026 yang digelar di Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Rabu (24/6/2026).
Lembaga pendidikan anak usia dini yang mengusung visi “Good Attitude and Good Intellectual” tersebut kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 40 siswa resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat para guru membacakan cita-cita setiap siswa yang akan dilepas.
Suasana semakin mengharukan ketika guru PAUD Melati Buntur, Fauziah, menyampaikan pesan perpisahan kepada para orang tua dan anak didik.
“Bapak dan Ibu orang tua yang kami hormati, hari ini dengan penuh rasa haru dan bangga kami menyerahkan kembali putra-putri tercinta ke pangkuan Bapak dan Ibu. Dulu mereka datang dengan langkah kecil, tangisan dan rasa malu. Kini mereka tumbuh menjadi anak-anak yang lebih berani, mandiri, ceria dan penuh semangat belajar,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa selama mendampingi anak-anak tentu masih terdapat berbagai kekurangan, namun seluruh proses pembelajaran dilakukan dengan penuh kasih sayang dan ketulusan.
“Hari ini bukan akhir perjalanan mereka, melainkan awal menuju langkah yang lebih besar. Teruslah dampingi mereka dengan cinta, karena anak-anak ini adalah titipan Allah yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, agama dan bangsa,” tuturnya.
Kepada anak-anak didiknya, Fauziah juga menyampaikan pesan menyentuh.
“Terima kasih telah menghadirkan tawa di ruang kelas kami. Terima kasih atas cerita, canda dan kenangan indah yang akan selalu tinggal di hati kami. Kelak ketika kalian sukses nanti, jangan lupa bahwa kalian pernah belajar mengeja mimpi di sekolah kecil ini,” katanya dengan suara bergetar menahan haru.
Pada penampilan pembuka, para siswa menunjukkan kemampuan mereka melalui pertunjukan bahasa, pantun, puisi, dan berbagai penampilan kreatif lainnya yang mengundang tepuk tangan para tamu undangan.
Bunda PAUD sekaligus Kepala Sekolah PAUD Melati Buntur bunda Siti Maysaroh Sirait.SE, diwakili Pangulu Nagori Buntu Turunan, Roberton Nainggolan, SE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada PAUD Melati Buntur.
“Beberapa tahun lalu anak-anak ini diserahkan kepada kami untuk dibimbing. Hari ini kami serahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap hubungan baik antara orang tua dan keluarga besar PAUD Melati Buntur tetap terjalin meskipun anak-anak tidak lagi bersekolah di sini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Roberton juga mengungkapkan hal menarik terkait cita-cita para siswa.
“Dari jumlah siswa yang dilepas hari ini, rata-rata bercita-cita menjadi polisi. Hanya beberapa yang ingin menjadi guru atau dokter. Mungkin ini menjadi gambaran di hati anak-anak bahwa mereka ingin memberantas berbagai kejahatan yang masih terjadi di masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba,” katanya yang disambut senyum para hadirin.
Meski demikian, ia berharap seluruh siswa dapat meraih cita-cita mereka masing-masing dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa.
Suasana semakin meriah ketika Roberton memberikan kuis lagu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak. Tingkah polos para siswa berhasil mengundang gelak tawa seluruh undangan yang hadir.
Dalam rangkaian pentas seni, anak-anak PAUD Melati Buntur sukses menghibur para tamu dengan berbagai pertunjukan budaya dan tarian, antara lain:
Tari Ale-Ale
Tortor Tolu Sahundulan
Dance Tor Monitor
Tari Anakonki
Tortor Sinanggar Tullo
Tari Jawa Padang Bulan
Tari Bona Jeges
Tari India.
Tak kalah membanggakan, para siswa juga menunjukkan kemampuan berbahasa yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan di PAUD Melati Buntur.Siswa juga menampilkan kemampuan berbahasa. Jorgi tampil menggunakan Bahasa Batak, Humairoh menggunakan Bahasa Jawa, dan Pido menggunakan Bahasa Inggris. Penampilan karaoke oleh Jorgi dan Sapira turut menambah semarak acara.
Sebagai penutup yang paling dinanti anak-anak, tim Pemadam Kebakaran memberikan kesempatan kepada para siswa dan orang tua bermain air menggunakan semprotan dari mobil damkar. Gelak tawa dan sorak kegembiraan pun pecah di seluruh lokasi acara.
“Kicau… kicau… kicau mania!” teriak anak-anak sambil berjoget ria di bawah guyuran air, menciptakan kenangan manis yang akan sulit dilupakan.
“Kicau… Kicau… Kicau Mania!” teriak mereka berulang kali.
Suara itu menggema di langit Buntur. Suara yang mungkin sederhana. Namun bagi para guru dan orang tua yang hadir, suara itu adalah simbol kebahagiaan, simbol masa kecil yang indah, sekaligus tanda dimulainya perjalanan baru bagi 40 anak-anak hebat yang suatu hari nanti akan mengejar mimpi mereka masing-masing.
Hari itu, PAUD Melati Buntur tidak hanya melepas siswa. Mereka melepas mimpi-mimpi kecil yang sedang tumbuh menuju masa depan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh pendiri PAUD Melati Buntur, Opung Anggun Boru Sirait, Babinsa Nagori Buntu Turunan dr. Terge Nainggolan, dr. Marissa Nainggolan, perangkat Nagori Buntu Turunan, tokoh masyarakat serta seluruh orang tua siswa.(SGN/R01)















































Discussion about this post