Labuhanbatu, Sinarglobalnusantara.com-
Pengurus POSLAB Labuhanbatu menyatakan dukungan kepada Arya M. Sinulingga sebagai calon Ketua PSSI Sumatera Utara periode 2026–2030. Dukungan ini disertai harapan agar kepemimpinan PSSI Sumut ke depan mampu memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas kompetisi, serta membuka ruang lebih besar bagi perkembangan klub dan pemain muda di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua POSLAB Labuhanbatu, M. Sukma, S.E., bersama Sekretaris Bambang Afdillah, S.E., S.H., saat diwawancarai awak media di salah satu kafe di Kota Rantauprapat, Sabtu (10/10/2026).
“Kami mendukung Arya M. Sinulingga. Harapan kami, PSSI Sumatera Utara ke depan semakin maju dan mampu memperkuat pembinaan sepak bola di daerah,” ujar M. Sukma.
Menurutnya, kemajuan sepak bola Sumatera Utara membutuhkan perhatian serius terhadap pembinaan di tingkat daerah. Dukungan terhadap klub, pengembangan bakat pemain muda, serta kompetisi yang berkesinambungan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun prestasi sepak bola.
Senada dengan itu, Sekretaris POSLAB Labuhanbatu, Bambang Afdillah, berharap kepemimpinan PSSI Sumut periode mendatang dapat menghadirkan program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Sepak bola Sumatera Utara membutuhkan pembinaan berkelanjutan, kompetisi yang terarah, dan sinergi antara PSSI provinsi dengan klub-klub daerah. Kami berharap hal tersebut menjadi perhatian kepemimpinan ke depan,” kata Bambang.
Tiga Calon Lolos Verifikasi
Berdasarkan informasi yang disebutkan dalam pengumuman Komite Pemilihan PSSI Sumut melalui akun Instagram @pssisumut, terdapat tiga calon yang lolos verifikasi untuk pemilihan Ketua PSSI Sumatera Utara, yakni Arya M. Sinulingga, Benny Tomasoa, dan Julius Raja.
Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.
POSLAB Labuhanbatu berharap pelaksanaan kongres berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas kompetisi, serta mendorong pemerataan pembinaan sepak bola hingga ke kabupaten dan kota.
Bagi insan sepak bola daerah, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pembinaan dan membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta baru dari Sumatera Utara.(SGN/Bana)












































Discussion about this post