Aceh Timur, Sinarglobalnusantara.com-
Duka menyelimuti keluarga Rosmina (44), warga Gampong Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Setelah meninggal dunia di Kedah, Malaysia, pada Selasa (6/10/2026), jenazahnya akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halaman berkat kepedulian dan gotong royong berbagai pihak.
Di balik kepulangan tersebut, tersimpan kisah pilu. Rosmina meninggalkan dua anak yang masih kecil, Nuraira Nabila (5) dan Nurfitri Humaira (8), yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sosok ibu.
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., yang akrab disapa Haji Uma, turut memfasilitasi proses pemulangan jenazah almarhumah dari Malaysia ke Aceh Timur.
Rosmina diketahui telah merantau bersama suaminya ke Malaysia selama lebih dari 10 tahun. Ia meninggal dunia setelah mengalami demam selama hampir sepekan di tempat tinggalnya di Kedah.
Permohonan bantuan pemulangan jenazah disampaikan keluarga melalui surat resmi Kepala Desa Matang Seupeng kepada Haji Uma. Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma segera mengoordinasikan upaya pemulangan bersama stafnya, Muhammad Furqan dan Abu Saba.
Koordinasi juga dilakukan dengan Grup Aceh Bersatu (GAB), Komuniti Aneuk Aceh Kedah, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, serta warga dan relawan Aceh di Malaysia.
Proses Pemulangan Melibatkan Banyak Pihak
Setelah seluruh proses administrasi di Hospital Sultanah Bahiyah, Kedah, Malaysia, diselesaikan, jenazah Rosmina diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Setibanya di Kualanamu, jenazah diterima Fajri, staf Haji Uma yang ditugaskan menyambut kedatangan almarhumah. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans yang difasilitasi BP3MI Aceh untuk diantar ke rumah duka di Aceh Timur.
Jenazah Rosmina tiba di rumah duka pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 22.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang telah menanti kepulangan almarhumah.
Penyerahan jenazah dilakukan oleh staf Haji Uma, Muhammad Furqan, bersama staf penghubung Abdul Rafar, serta disaksikan pihak BP3MI Aceh.
Biaya Pemulangan Rp21,4 Juta, Hasil Gotong Royong
Proses pemulangan jenazah Rosmina membutuhkan biaya total Rp21.400.000. Dana tersebut dihimpun melalui bantuan keluarga, komunitas warga Aceh di Malaysia, dan Haji Uma.
Rinciannya, bantuan keluarga sebesar Rp7.900.000, Komuniti Aneuk Aceh Kedah Rp6.460.000, GAB Rp2.580.000, serta Haji Uma sebesar Rp4.500.000.
Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas lintas batas dapat membantu keluarga yang tengah menghadapi musibah, terutama ketika kehilangan anggota keluarga di negeri orang.
Haji Uma menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rosmina. Ia berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan, khususnya kedua anaknya yang masih kecil.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah Rosmina. Kami berupaya membantu memfasilitasi pemulangan jenazah agar dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya GAB, Komuniti Aneuk Aceh Kedah, BP3MI Aceh, serta para relawan dan masyarakat yang telah bergotong royong membantu proses pemulangan ini,” ujar Haji Uma.
Ia menegaskan bahwa kepedulian dan kerja sama berbagai pihak sangat berarti dalam membantu warga Aceh yang mengalami musibah di perantauan. Haji Uma juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan bantuan biaya maupun dukungan koordinasi hingga jenazah tiba di rumah duka.
Keluarga Sampaikan Terima Kasih
Di tengah kesedihan atas kehilangan anggota keluarga tercinta, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada Haji Uma, Grup Aceh Bersatu Malaysia, Komuniti Aneuk Aceh Kedah, BP3MI Aceh, serta seluruh relawan dan masyarakat yang telah membantu proses pemulangan jenazah Rosmina.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Haji Uma, Grup Aceh Bersatu Malaysia, Komuniti Aneuk Aceh Kedah, BP3MI Aceh, serta seluruh relawan dan masyarakat yang telah membantu proses pemulangan jenazah almarhumah Rosmina hingga kembali ke kampung halaman.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah duka kehilangan anggota keluarga tercinta, terlebih almarhumah meninggalkan dua anak yang masih kecil.
“Semoga segala kebaikan dan kepedulian semua pihak dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda dan menjadi amal ibadah. Amin,” ujar Dahri, adik kandung Rosmina.
Kepulangan Rosmina ke kampung halaman menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya kehidupan perantauan, kepedulian sesama masih menjadi sandaran bagi mereka yang tertimpa musibah.
Bagi keluarga, jenazah Rosmina akhirnya dapat kembali ke tanah kelahirannya. Namun, bagi dua anaknya, kepulangan itu menjadi perpisahan yang menyisakan duka mendalam: mereka kini harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran seorang ibu.(SGN/Rizki)












































Discussion about this post