Aceh Tengah, Sinarglobalnusantara.com-
Di balik bekas lumpur dan ancaman longsor yang masih menghantui, secercah harapan hadir bagi para siswa SD Negeri 11 Pegasing, Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Malikussaleh (HIMASOS) datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menyuntikkan semangat agar anak-anak tetap berani bermimpi meski baru saja diterpa bencana.
Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan pada Senin (22/6/2026) itu menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena bencana. Buku tulis dan makanan ringan yang disalurkan kepada para siswa memang sederhana, tetapi memiliki makna besar sebagai simbol dukungan agar mereka kembali bangkit dan melanjutkan proses belajar.
Rombongan HIMASOS dipimpin langsung Ketua Himpunan, Azhar, didampingi Sekretaris Himpunan, Sabni Sani Sadarmico, serta anggota Bismar Al-Akbar Hasibuan dan Riskan Thaiba. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para guru dan siswa yang masih berupaya memulihkan aktivitas belajar setelah banjir dan tanah longsor melanda wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sabni Sani Sadarmico memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak membiarkan musibah memadamkan cita-cita mereka. Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi pelajaran berharga untuk membentuk pribadi yang lebih tangguh.
“Jangan pernah berhenti belajar hanya karena keadaan sedang sulit. Keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan. Teruslah membaca, teruslah menuntut ilmu, dan yakinlah bahwa kalian mampu menggapai cita-cita,” ujarnya.
Sabni juga membagikan kisah perjalanannya selama menempuh pendidikan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi para siswa agar tetap optimistis dan tidak menyerah menghadapi keadaan.
Namun, di balik semangat yang mulai tumbuh, kekhawatiran masih menyelimuti warga sekolah. Bangunan dan lingkungan SD Negeri 11 Pegasing dinilai belum sepenuhnya aman karena berada di kawasan rawan banjir dan longsor. Ancaman bencana susulan membuat guru dan siswa masih dihantui rasa cemas saat menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Atas kondisi tersebut, HIMASOS Universitas Malikussaleh mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata melalui rehabilitasi fasilitas pendidikan serta penanganan kawasan terdampak. Upaya tersebut dinilai penting agar para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari rasa takut.
Bagi HIMASOS, bantuan yang diberikan bukan sekadar penyerahan buku tulis dan makanan ringan. Lebih dari itu, kehadiran mereka merupakan pesan bahwa anak-anak korban bencana tidak sendiri. Masih banyak pihak yang peduli, siap mendampingi, dan percaya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk membangun kembali harapan setelah bencana.(SGN/Rizki)
















































Discussion about this post