Banda Aceh, Sinarglobalnusantara.com-
Gelora semangat perubahan dan harapan baru bagi dunia pendidikan menggema di Aula Mawardi Nurdin, Kompleks Pemerintah Kota Banda Aceh, Rabu (10/6/2026). Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan memadati ruangan dalam prosesi pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh periode 2024–2029 yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi profesi guru di Banda Aceh. Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berada di tangan Sulaiman Bakri, yang dilantik langsung oleh Dr. Agus Jumaidi sebagai Ketua PGRI Kota Banda Aceh untuk lima tahun mendatang.
Prosesi pelantikan berlangsung sakral. Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan sumpah dan janji pengurus, hingga penyerahan pataka organisasi sebagai simbol amanah perjuangan dan tanggung jawab besar dalam mengawal kepentingan para guru serta kemajuan pendidikan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Iliza Sa’aduddin Djamal, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, kepala sekolah, tokoh pendidikan, serta ratusan guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Dalam pidato perdananya, Sulaiman Bakri menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya menjadikan PGRI sebagai organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di era modern.
“PGRI harus menjadi rumah besar bagi guru, tempat memperjuangkan aspirasi anggota sekaligus wadah pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan,” tegasnya disambut tepuk tangan para peserta.
Ia menekankan bahwa penguatan kompetensi guru, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan profesi akan menjadi fokus utama kepengurusan baru dalam lima tahun ke depan.
Sementara itu, Agus Jumaidi mengingatkan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, PGRI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan berbagai gagasan dan terobosan untuk kemajuan pendidikan.
“PGRI harus mampu menjawab tantangan zaman dan terus hadir memberikan manfaat nyata bagi guru serta kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh Iliza Sa’aduddin Djamal memberikan apresiasi tinggi terhadap peran guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang diberikan oleh para pendidik.
“Pemerintah Kota Banda Aceh siap memperkuat kolaborasi dengan PGRI. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi guru merupakan modal penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Iliza.
Tidak hanya pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembacaan fakta integritas serta deklarasi komitmen bersama untuk menjaga marwah organisasi, mempererat solidaritas antaranggota, dan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.
Suasana optimisme begitu terasa sepanjang acara. Antusiasme ratusan guru yang hadir menjadi cerminan besarnya harapan terhadap kepengurusan baru agar mampu menghadirkan perubahan nyata, memperjuangkan hak-hak guru, serta meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan menjadi simbol lahirnya energi baru dalam perjuangan organisasi guru terbesar di Indonesia. Dengan nahkoda baru di pucuk pimpinan, PGRI Kota Banda Aceh diharapkan semakin kokoh menjadi wadah perjuangan guru sekaligus motor penggerak lahirnya generasi Aceh yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
“Nahkoda berganti, perjuangan tetap berlanjut. Dari Banda Aceh, harapan besar pendidikan masa depan kembali dinyalakan.”











































Discussion about this post