OKI, Sinarglobalnusantara.com-
Di tengah hamparan lahan pertanian yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Desa Cahaya Maju, Kecamatan Lempuing, sebuah momentum bersejarah lahir bagi warga Sunda di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ahmad Haerudin atau yang akrab disapa Pak Untung resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten OKI periode 2025–2029, Minggu (31/5/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan organisasi. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol kuat persatuan masyarakat perantauan yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan masyarakat lokal di Bumi Bende Seguguk.
Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebangsaan terasa sejak awal kegiatan. Tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur TNI-Polri, hingga para sesepuh Paguyuban Sunda turut hadir menyaksikan lahirnya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa PSIB semakin berperan dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Ketua Paguyuban Sunda Kabupaten OKI, Dadang Sohaertono, menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh anggota PSIB.
“Dimanapun kita berada, persatuan adalah kekuatan utama. Sesuai motto Siliwangi, kita harus terus menjaga semangat saling asah, saling asuh, dan saling asih. Dengan kebersamaan, organisasi ini akan menjadi besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan kepengurusan DPC PSIB OKI dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah PSIB Provinsi Sumatera Selatan Nomor 031/DPD-PSIB/V/SS/2026 tertanggal 31 Mei 2026.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Ahmad Haerudin didampingi Busroni, S.Pd.I sebagai Sekretaris, Mita sebagai Bendahara, dan Deni Kusnindar sebagai Kepala Bidang Humas.
Legalitas kepengurusan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua DPD PSIB Sumatera Selatan, H. Danan Rachmat, SE., M.Si dan Ketua Harian Tabrani Malian, S.Sos., M.Si di Palembang, sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang digelar pada hari yang sama.
Jejak Sejarah dari Tanah Pasundan
PSIB bukanlah organisasi biasa. Organisasi ini memiliki akar sejarah panjang yang telah melewati berbagai fase perjalanan bangsa sejak didirikan pada 2 Juli 1922 oleh Raden Otje Poeradireja di Subang, Jawa Barat.
Hampir satu abad lebih berdiri, PSIB tetap eksis dengan semangat menjaga persatuan, kebudayaan, serta pengabdian kepada masyarakat berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kini, semangat perjuangan itu kembali digaungkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keberagaman budaya dan masyarakat yang hidup harmonis.
Bukan Sekadar Organisasi, Tetapi Mitra Pembangunan
Kepala Desa Cahaya Maju dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menyerap aspirasi masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah.
Menurutnya, kehadiran PSIB dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Sementara itu, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam acara tersebut menjadi bukti bahwa sinergitas antara organisasi masyarakat dan aparat keamanan terus terjalin demi menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.
Membawa Semangat Baru
Usai dilantik, Ahmad Haerudin menegaskan komitmennya untuk menjadikan PSIB sebagai organisasi yang aktif, solid, dan hadir di tengah masyarakat.
Ia bertekad memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting, meningkatkan kapasitas anggota, serta memperluas kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin PSIB menjadi rumah besar persaudaraan, wadah pengabdian, dan mitra pemerintah dalam membangun daerah. Persatuan adalah modal utama untuk melahirkan karya dan manfaat bagi masyarakat,” tegas Pak Untung.
Dengan kepemimpinan baru ini, PSIB Kabupaten Ogan Komering Ilir diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya dan persaudaraan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Dari Desa Cahaya Maju, semangat Siliwangi kembali berkibar. Membawa pesan bahwa persatuan bukan hanya slogan, melainkan energi yang mampu menggerakkan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.(SGN/MT)












































Discussion about this post